in

Revival’s Special: Ngobrol dengan Lysander Xonora – Tentang Dirinya, Dota 2, dan Esports di Asia Tenggara

Lysander Xonora - Image Courtesy: dotablast.com

Halo sobat RevivalTV! Kali ini kami mendapatkan kesempatan untuk mewawancarai salah satu caster yang sudah lama berkecimpung di dunia esports dan bahkan sempat cast All-Star Match TI4, yaitu Lysander Xonora.

Lysander sempat bergabung dengan Beyond The Summit beberapa tahun yang lalu sebelum akhirnya ia harus menyelesaikan wajib militer dan akhirnya menyelesaikan tugas tersebut pada tahun 2016. Sekarang ia sudah kembali dan mulai cast beberapa game yang berbeda dari waktu ke waktu.

lysander xonora
Lysander Xonora – Image Courtesy: dotablast.com

Simak langsung sejarahnya di dunia esports, opininya mengenai sistem Dota Pro Circuit dan perkembangan esports di Asia Tenggara!

 

Bisakah Anda memperkenalkan diri dan karir Anda di dunia esports?

“Nama saya Lysander Xonora, seperti yang dikenal banyak orang. Agar singkat, panggil saya Lysander saja. Saya adalah seorang caster esports dan host esports.””

Dapatkah Anda menceritakan lebih banyak tentang perjalanan Anda sebagai caster selama Anda berada di dunia esports?

“Saya sudah berada di ranah esports selama kurang lebih 4 tahun sampai sekarang, dan saya memulainya dengan ngecast beberapa game secara acak. Lalu saya bergabung dengan sebuah kontes pencarian bakat sebagai caster dan entah bagaimana berhasil memenangkannya. Kemenangan itu membuka jalur untuk lebih banyak ajang, dan lebih banyak pertandingan Dota. Pada akhirnya, saya dapat bergabung dengan Beyond The Summit dan melalui itu saya mulai bisa ngecast lebih banyak pertandingan yang lebih kompetitif dan akhirnya diajak ke ajang The International 2014.”

lysander tobi
Lysander and Tobiwan at TI4 All-Star Match – Image Courtesy: @lysanderxonora

“Lalu saya pergi untuk wajib militer, alhasil saya harus vakum dari dunia esports cukup lama. Sampai akhirnya saya menyelesaikan tugas tersebut pada tahun 2016 dan dapat melanjutkan perjalanan saya di dunia esports dengan benar. Saya mulai bercabang ke pekerjaan seperti hosting, dan tidak hanya sebagai seorang caster.”

Di antara ajang yang telah Anda cast sebelumnya, manakah ajang favorit Anda dan mengapa?

“Untuk Dota, sudah pasti TI4, keseruan ajangnya, dan saya dapat kesempatan untuk ngecast All-Star Match; saat yang sama ketika Valve merilis Techies untuk pertama kalinya. Jelas hal ini adalah sebuah kehormatan sekaligus kesempatan besar bagi saya. Saya benar-benar merasa bahwa saya telah mencapai sesuatu yang hebat setelah dapat melakukan hal itu.”

lysander ccgs
Lysander at CCGS – Image Courtesy: @lysanderxonora

“Di luar Dota, saya juga menyukai cast saya yang paling baru namun bukan untuk Dota. Saya meliput acara Clash Royale untuk Supercell baru-baru ini, dan saya melihat bahwa etika kerja dan production quality mereka sangat tinggi. Hal-hal itu adalah sesuatu yang benar-benar bisa saya hormati dan saya menikmati ajang tersebut.”

Selain ngecast ajang-ajang esports, apa saja hobi Anda di luar esports?

“Hobi saya yang lain termasuk melukis, saya membuat seni dari waktu ke waktu – seni digital – dan saya uga membuat fan-art atau hanya sekadar sketsa asal dan menggugahnya ke Instagram.“

“Saya juga menulis pada waktu senggang, saya sebenarnya juga sedang menulis sebuah buku. Itulah hobi-hobi saya selain mencoba untuk tetap fit karena gaya hidup indoor yang kita, termasuk saya, miliki.”

Banyak orang bertanya tentang apa yang sedang Anda lakukan akhir-akhir ini. Apakah Anda masih sering ngecast pertandingan esports?

“Saya tetap ngecast beberapa pertandingan esports, dan saya juga mulai bercabang ke beberapa pekerjaan seperti yang saya sudah sebutkan sebelumnya, yaitu hosting namun tidak tentu di Dota. Saya juga terkadang bekerja sebagai panelist di beberapa game yang berbeda, baru-baru ini saya sudah bekerja dengan Battlerite, dan juga saya mulai melirik ke PLAYERUNKNOWN’S BATTLEGROUNDS sebagai caster atau host.”

“Saya juga ingin berkolaborasi dengan beberapa teman yang pernah saya temui selama bertahun-tahun untuk menyusun sebuah acara. Tapi saya tetap akan ngecast pertandingan Dota dari waktu ke waktu.”

Sebagai seseorang yang telah lama berkecimpung di dalam dunia esports, perubahan besar apa yang Anda amati dari esports?

“Pasti uang yang terlibat, ada lebih banyak uang yang dilibatkan di esports hari-hari ini. Namun dengan bertambahnya uang yang dilibatkan, harus ada tanggung jawab yang lebih besar. Untuk mengurangi jumlah masalah dan meningkatkan jumlah kesuksesan di esports, harus benar-benar ada pengaturan dan memastikan bahwa kualitas tetap terjaga. Saya pikir ini adalah perubahan paling besar di esports yang telah saya amati.”

Menurut Anda, apakah ranah esports di Asia Tenggara sedang berkembang sekarang? Dan apakah mereka memiliki potensi untuk menjadi sebaik tim-tim lain di luar sana?

“Itu adalah pertanyaan sulit untuk dijawab, “Apakah sedang berkembang?”, “Seberapa cepat?” Pastinya esports sedang berkembang di Asia Tenggara, tetapi tidak secepat yang mereka sebenarnya bisa. Jika dibandingkan dengan region lain seperti Eropa, Amerika atau bahkan negara-negara seperti China, Korea, dibandingkan dengan negara-negara tersebut, Asia Tenggara berkembang secara sedang-sedang saja, mungkin kecuali Filipina yang memiliki fanbase yang berkembang sangat pesat.

Banyak turnamen Asia Tenggara yang tidak begitu hype seperti turnamen-turnamen di luar sana, menurut saya karena berkurangnya kesempatan yang ada di Asia Tenggara untuk esports.”

tnc ti6
TNC at TI6 – Image Courtesy: @TNCProTeam

“Selain itu, adanya juga sebuah social construct dari masyarakat Asia yang membuat gaming terlihat sebagai hal yang kurang dapat diterima. Selalu ada social construct dari masyarakat yang membatasi atau memandang rendah kepada pemain profesional. Alhasil, banyak orang-orang yang berbakat namun menjauh dari profesional gaming karena stigma sosial ini.

Akibatnya adalah kita kehilangan banyak orang-orang berbakat dan yang tersisa di Asia Tenggara mungkin saja tidak sehebat dibandingkan mereka yang akhirnya memutuskan untuk memberhentikan mimpi mereka di esports. Untuk dapat menjawab pertanyaan yang susah ini, masih banyak masalah terpendam yang harus diperbaiki terlebih dahulu.”

Berbicara tentang Dota Pro Circuit, apakah menurut Anda hal ini merupakan ide bagus untuk ranah Dota sekarang? Atau menurut Anda lebih baik yang dulu, saat ada ajang Major setiap Seasonnya?

“Saya pikir Dota Pro Circuit ini sekaligus bagus dan buruk, satu hal yang bagus adalah untuk orang-orang dengan jadwal sibuk dan tidak bisa mengikuti jam turnamen, jadwal baru ini lebih baik karena sebelumnya jika mereka melewatkan salah satu turnamen, maka mereka hanya bisa menonton stream dari pemain yang lain untuk sementara sebelum ajang besar berikutnya datang.

Namun sekarang, selalu ada ajang-ajang online, selalu ada stream turnamen, selalu akan ada professional Dota untuk ditonton. Jadi bagi penggemar professional Dota, mereka akan menikmatinya.”

dota pro circuit
Image Courtesy: @wykrhm

“Tapi bagi mereka yang mencoba untuk mengikuti semuanya, pasti akan kesusahan karena ada terlalu banyak ajang yang diadakan. Selain itu, karena jumlah turnamen yang terlalu banyak, keseruan sebuah ajang justru berkurang, seperti yang saya rasakan dengan DreamHack terbaru. Meski ajang tersebut sangat besar, permainannya luar biasa, saya merasa sedikit terputus karena banyaknya turnamen di beberapa bulan terakhir. Jadi dari perspektif hype, menurut saya menurun secara signifikan, tetapi bagi penikmat Dota biasa yang hanya ingin menonton sesuatu di Twitch misalnya, selalu akan ada pertandingan yang dapat ditonton.”

(Baca Juga: Menangkan Major, Ranking Secret Langsung Loncat ke Posisi Pertama)

“Namun sebagai seorang esports talent sendiri, saya pikir itu bagus karena kita diberi lebih banyak kesempatan dan lebih banyak pekerjaan, jadi saya tidak bisa mengeluh.”

lysander mindcontrol
Lysander and MinD_ContRoL at TI7 – Image Courtesy: @lysanderxonora

Apa saja rencana Anda ke depannya? Apakah Anda masih akan melanjutkan karir Anda sebagai seorang caster atau memilih untuk mencari pekerjaan yang lain, baik di esports maupun di luar esports?

“Sejauh ini menurut saya, saya akan tetap berada di ranah esports. Saya tidak melihat diri saya berada di luar esports, namun mungkin ketika saya lebih tua, saya ingin rehat sedikit dan melakukan sesuatu yang sedikit lebih korporat tetapi tetap melibatkan esports.”

Terakhirnya, apa yang anda ingin katakan untuk fans di luar sana?

“Seperti biasa, terima kasih atas dukungannya, terus ikuti apa yang saya sedang lakukan. Saya akan melakukan beberapa hal seru kedepannya, seperti beberapa proyek pribadi, ataupun proyek kelompok sebentar lagi. Saya berharap kalian dapat menghormati apapun yang saya pilih sebagai pekerjaan saya, sekalipun di luar Dota.”

Diedit oleh Yabes Elia

Written by Wilson Wong

Esports Enthusiast & Computer Nerd. Turning my thoughts into stories. Self-taught Programmer.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Loading…