in

Pelatih Vici Gaming, ROtK Terlibat Cuitan Rasial ke Tim Filipina!

Sumber: PGL

Setelah beberapa isu yang mencuat tentang rasisme yang dialami oleh pemain Dota 2 profesional asal Filipina, Kuku dan Skemberlu. Alhasil, Valve turun tangan dalam penuntasan kasus rasisme tersebut.

Valve yang menjadi pengembang game Dota 2 melarang Kuku untuk bermain di Chongqing Major 2019 meksipun TNC lolos. Selain itu TNC akan dihukum dengan pengurangan poin DPC sebanyak 20 persen.

Kuku di EPICENTER 2017. Sumber: EPICENTER

Namun seperti ajang balas dendam, salah satu komunitas Filipina menemukan ‘borok’ dari salah satu pemain Dota 2 asal China. Dia adalah Bai ”rOtK” Fan yang sekarang melatih tim Vici Gaming.

Mengapa balas dendam? Karena cuitan di akun Weibo miliknya terbit pada tahun 2016. Di cuitan tersebut rOtK menyebutkan bahwa tim diving dari Filipina pada gelaran SEA Games 2015 seperti ‘para monyet’

Sumber: Weibo

Tanpa basa-basi, rOtK yang mengetahui hal ini mencuat dan langsung mengumumkan rasa tidak enak juga minta maaf. Hal ini merupakan implikasi dari luapan kasus rasisme yang sedang sensitif di kalangan komunitas Dota 2.

Dia juga meminta maaf melalui akun Weibonya dan secara garis besar juga siap menerima hukuman meskipun sudah melakukan klarifikasi.

Selain itu dia tidak mau mengelak atau menolak dalam kasus ini juga memberikan pembenaran yang dibuat-buat.

Sumber: Weibo

Vici Gaming juga menjadi salah satu tim yang menolak keras rasisme kata “ching chong” yang sempat menjadi buah bibir.

Banyak tim yang lainnya menolak hal tersebut seperti PSG.LGD, Newbee, Team Aster, Vici dan masih banyak lagi.

BACA JUGA: Tampil Ganas, BOOM ID Pastikan Langkahnya ke Bucharest Minor 2019!

Selain itu BurNing juga cukup niat melakukan kontak dengan tim Valve guna memberikan regulasi ketat dalam kasus rasisme. Alhasil, Valve memutuskan melakukan pelarangan kepada Kuku ke ajang Chongqing.

Sumber: PGL

Namun secara garis besar belum ada peraturan atau kasus tersendiri guna menghindari hal serupa seperti ini.

TNC Predator sendiri harus mencari pengganti untuk gelaran Chongqing Major selepas dilarangnya Kuku.

8 Tim Lengkapi Gelaran Bucharest Minor 2019, Ajang Minor yang Lebih Sengit?

Kasus ini juga memberikan nilai bahwa hal-hal buruk dan jejak digital akan sulit dihilangkan, terlebih dalam isu-isu yang sensitif.

Jadi, alangkah lebih baiknya semua orang mampu menahan diri untuk melakukan hal yang tidak baik di media sosial ya!

Beginner Content Writer. Esports for News and Life. Rise with Words.
Seeking the proper way to enjoy words in writing.

Chelsea FC fans, Virtus.pro fans and Tofu-Tempeh Eater.
For business inquiries: yubianasfar@yahoo.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Loading…