in , ,

[TI8 Team Profile] Adakah Keajaiban Resolut1on untuk VGJ Storm di TI8?

VGJ.Storm mengawali perjalanannya di Dota Pro Circuit dengan berstatus tim kelas dua yang diprediksi menjadi tim pelengkap di region sendiri. Seiring berjalannya waktu, semua pendapat berubah dan menjadikan tim ini salah satu tim kuda hitam di The International 2018. Mungkinkah mereka membuktikan pendapat tersebut?

Memulai dari Kumpulan Pemain Kelas Dua

VGJ terbentuk dari kerjasama Jeremy Lin yang juga pebasket NBA, Vici Gaming, dan China Digital Culture pada tahun 2016. Nama VGJ sendiri diambil dari nama Jeremy Lin. Setelah TI7, VGJ akhirnya membuat dua tim yaitu VGJ.Thunder untuk region Cina dan VGJ.Storm untuk region Amerika Utara yang mengakuisisi roster isGG.

Namun sayang perjuangan roster baru ini tidaklah mudah. Persaingan yang keras antar tim region Amerika Utara saat itu seperti Evil Geniuses, compLexity Gaming, dan OpTic Gaming membuat mereka kesulitan untuk lolos ke turnamen Dota Pro Circuit.

Penantian mereka akhirnya berakhir setelah berhasil lolos ke MDC Macau dengan mengalahkan Digital Chaos di final. Namun menjelang dimulainya MDL Macau, mereka harus kehilangan salah satu pemainnya. Mereka akhirnya memakai kpii yang juga pemain Newbee di turnamen tersebut. Sayang, mereka harus puas berada di peringkat terakhir group stage.

BACA JUGA: Profil Damien “kpii” Chok: Yang Sukses Berkat Dukungan Sang Ayah dan Pindah Wilayah

Memasuki 2018, Sneyking memutuskan keluar dari tim dan ia akhirnya digantikan oleh BananaSlamJamma dan monkeys-forever. Masuknya kedua pemain ini juga tidak berdampak banyak ke VGJ.Storm sampai akhirnya tim ini dibubarkan di Februari 2018.

Beberapa hari kemudian, mereka mengumumkan roster baru yang diisi nama-nama yang lebih mempunyai pengalaman bertanding di turnamen internasional.

Ada duet MSS dan SVG yang sebelumnya pernah bermain bersama di Team NP. Selain itu ada juga YawaR yang masih saudara kandung dengan SumaiL, pemain Evil Geniuses, dan Timado; pemain muda dari Peru. Uniknya, Sneyking juga menjadi bagian dari tim dan merupakan satu-satunya pemain yang pernah di VGJ.Storm.

BACA JUGA: Jalan Berliku YawaR Dota 2 di Bawah Bayang-Bayang SumaiL

mdl dota 2

Roster baru ini terbukti lebih baik dari sebelumnya karena berhasil mendapatkan slot main event ke GESC Thailand Minor dan MDL Changsha Major. Namun sayang, Timado memutuskan keluar dari tim setelah permasalahan visa menimpanya. Ia akhirnya digantikan oleh Resolut1on, mantan pemain OG yang akhirnya membuat tim ini berubah seketika.

Tangan Magis Resolut1on

Meski masih muda, Resolut1on sudah memiliiki pengalaman dan prestasi yang tidak bisa dipandang remeh. Memulai karir sebagai pemain di region CIS dan pernah jadi bagian dari Virtus Pro dan Team Empire, ia akhirnya memilih pindah ke Digital Chaos setelah kegagalan Team Empire lolos ke Shanghai Major.

Resolut1on (tengah) saat berseragam Digital Chaos. Source: ESL

Meski tidak terlalu gemilang prestasinya namun Digital Chaos justru menjadi tim yang melaju di grand final TI6 sebelum akhirnya dikalahkan oleh Wings Gaming. Sempat meraih peringkat 3-4 di Boston Major dan ESL One Genting 2017, DC justru membubarkan rosternya dan mengganti roster tersebut dengan merekrut Team Onyx.

Resolut1on memilih bertahan bersama rekan-rekannya dan membentuk Thunderbirds yang akhirnya diakuisisi menjadi Planet Odd. Sayang, kegagalan lolos ke TI7 membuat tim ini bubar. Namun keberuntungan datang ketika Team Empire harus kehilangan satu pemainnya karena visa dan menjadikan dia sebagai stand-in yang akhirnya berhasil meraih peringkat 7-8.

Ia akhirnya memutuskan untuk pindah ke OG dan meraih hasil yang lumayan dengan meraih juara di MDL Macau. Karirnya bersama OG akhirnya tidak bertahan lama menyusul kegagalan OG di ESL One Katowice dan Bucharest Major. Akhirnya ia memutuskan keluar dari tim tersebut. Resolut1on sempat menjadi standin bersama Effect, tim asal CIS di DAC 2018 sebelum akhirnya pindah ke VGJ.Storm.

Debut Resolut1on berjalan manis ketika ia berhasil membawa VGJ.Storm lolos ke China Dota 2 Supermajor.dan berhasil meraih semua kemenangan. Ia juga membawa tim ini berhasil menjuarai GESC Thailand Minor dan menjadi juara kedua di MDL Changsha Major.

Underdog atau Tim Unggulan Juara?

Karena melakukan pergantian roster di tengah jalan, VGJ.Storm memulai perjalanannya ke TI8 dari open qualifier. Sempat gagal di open qualifier pertama karena dikalahkan EG, mereka akhirnya berhasil lolos ke regional qualifier di open qualifier kedua.

Hero-hero yang dipakai VGJ.Storm saat regional qualifier TI8 Sumber: Dotabuff

Windranger menjadi hero penentu VGJ.Storm saat meraih peringkat pertama kualifikasi sekaligus membuat mereka lolos ke TI8. Bahkan draft Windranger dan Drow Ranger mendapat catatan 100% winrate saat dimainkan VGJ.Storm.

Saat tiebreaker, Mirana justru diambil dua kali berturut-turut dipakai oleh Resolut1on (saat melawan OpTic Gaming) dan Sneyking (saat melawan compLexity Gaming). Uniknya Mirana langsung diambil saat pick pertama yang membuat hero ini bisa dipakai di segala situasi.

Hero-hero vgj storm dota summit 9
Sumber: Dotabuff

VGJ.Storm juga mengikuti hero-hero meta yang ada di patch 7.18 saat Dota Summit 9 seperti Pudge, Winter Wyvern, dan Necrophos. Meski begitu mereka juga tetap memakai hero andalan mereka saat regional qualifier TI8 seperti Mirana, Drow Ranger, dan Windranger. Sayang, VGJ.Storm harus puas berada di peringkat ketiga di Dota Summit 9.

Menariknya, Techies juga diambil oleh VGJ.Storm dan menjadikan mereka satu-satunya tim yang mengambil hero menggemaskan ini saat Dota Summit 9. Terbukti, mereka bisa mendapatkan satu kemenangan saat dipakai.

Sneyking (kanan)

VGJ.Storm sangat berpeluang untuk lolos ke babak playoff TI8. Masalahnya hanya seberapa jauh mereka bisa melangkah di TI. Menurut Sneyking saat wawancara bersama Esportsheaven, setelah mereka tampil mengejutkan di MDL Changsha Major dan Thailand Minor, mereka bukan lagi menjadi tim underdog dan tim lain lebih siap ketika berhadapan dengan mereka.

“Ketika ini terjadi, game menjadi lebih susah dimainkan dan satu atau dua kesalahan saja bisa mengakhiri perjalanan kamu di turnamen” katanya. Sneyking mengaku peluang timnya membawa aegis yaitu 5 persen. Namun mereka harus berjuang ekstra untuk bisa mengalahkan tim-tim ternama yang lebih diunggulkan daripada mereka.

Meski terbilang tim baru namun VGJ.Storm berhasil membuktikan mereka mampu bersaing dengan tim papan atas Dota 2 berkat pencapaian terakhirnya. Akankah Resolut1on dan kawan-kawan mampu membawa tim ini melangkah lebih jauh bahkan bisa meraih aegis?

Diedit oleh Yabes Elia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Loading…