in ,

Tips & Trik: Cara Support yang Apik dengan Treant Protector dan Winter Wyvern

Sumber: RevivalTV

Jika anda bertanya, apa sih hero support terbaik untuk matchmaking ranked? Jawabannya cenderung rumit, bergantung pada strategi apa yang ingin anda mainkan.

Namun, pemain yang sudah menguasai hero support yang biasa mereka mainkan akan lebih unggul dibanding mereka yang baru 2 atau 3 kali menggunakan hero tertentu. Berlatih dengan hero yang anda sukai dan membaca situasi masih menjadi metode utama untuk sukses di matchmaking ranked.

Perjuangan seorang pemain support untuk mendapatkan MMR di Dota 2 seringkali tidak semulus yang dibayangkan.

Support selalu dianggap sebagai mereka yang menggantungkan nasib kepada pemain lain, atau bahkan beban untuk sebuah tim. Namun sedikit yang menyadari bahwa support player sebenarnya adalah komponen inti dari mulusnya permainan.

Earthshaker Dota 2. Source: Steam

Banyak hal yang membuat ranked match umumnya jauh lebih menantang. Mulai dari karakter tim, pemain yang bermain dengan penuh emosi, tuntutan dari rekan satu tim, dan bahkan masalah feeding di early game.

Atmosfer casual match dengan ranked match memang kadang terasa berbeda. Semua orang punya ambisi untuk mendapatkan MMR, maka dari itu tugas anda sebagai support untuk menjadi pendorong sukses semua anggota tim dengan membentuk inisiatif tersendiri dan merencanakan apa yang akan tim anda lakukan.

Shaker, Rubick atau Grimstroke? 3 hero ini menjadi 3 hero dengan karakter berbeda, Shaker dominan untuk Inisiasi dan Kontrol Teamfight, Rubick menjadi counter inisiator terbaik dan mid game hero dengan potensi luar biasa, Grimstroke menjadi hero pilihan untuk membantu single target teamfight dan dominasi laning stage.

Pick hero yang sesuai dengan situasi menjadi sangat penting di ranked match. Melihat line-up musuh juga menjadi salah satu hal krusial.

Winter Wyvern, Dazzle dan Omniknight misalnya menjadi solusi saat musuh memilih 3 hero dengan physical damage.

Tips & Trik Sand King Dota 2 ala Kenny “Xepher” Deo

Seorang support harus mempunyai kemampuan adaptasi dan memilih komposisi tim yang tepat agar dapat menjadi faktor kunci dalam game, dari mulai inisiasi hingga menjaga carry hero tetap hidup. Supports are the heroes we need, but we don’t deserve, anjay!

Jika anda tertarik untuk mulai memperdalam support role dan bermain ranked match sebagai support, berikut beberapa hero yang layak dilirik di patch 7.19d Dota 2:

Treant Protector – Support Tanky dengan Healing

Di META yang di mana dual lane adalah resep utama, Treant Protector akan selalu menjadi pilihan utama. Base damage yang tinggi, base health yang membuatnya tanky, Treant Protector dianggap sebagai salah satu hero untuk mengamankan laning stage terutama di offlane.

Lalu mengapa Treant Protector sangat cocok untuk menjadi hero andalan di ranked?

  • Slow Mania

Leech Seed dan Orb of Venom membuat hero terkena double slow dan akhirnya menjadi mimpi buruk tersendiri. Treant Protector memulai game dengan base damage sebesar 87-95, salah satu hero dengan base damage paling tinggi.

Selain itu ia menjadi salah satu hero yang mempunyai base health dan strength paling tinggi. Treant dapat bertukar hit dengan musuh selain itu Nature’s Guise (Q) membuatnya menjadi teror untuk hero yang squishy/renyah atau makanan empuk, wkwk.

Selain Nature’s Guise (Q), Leech Seed (W) merupakkan salah satu mekanisme slow paling unik di game, memberikan heal untuk unit di sekitar dan juga slow.

Di early game, Orb of Venom dan Leech Seed dapat membuat Treant Protector menjadi salah satu hero dengan 2 slow sekaligus, membuat laning melawan Treant menjadi neraka untuk hero dengan movement speed lambat.

BACA JUGA: 5 Alasan Mengapa The International 8 Jadi Ajang TI Terbaik!

Hampir dipastikan hero apapun tanpa escape mechanism (Blink/Surge) akan sulit menghadpi Treant Protector di early game

  • Living Armor Time!

Hal yang sering dilupakan Treant Protector player adalah melakukan heal terhadap tower, selain itu Living Armor juga membantu hero lain saat sedang menghadapi pressure atau gank, damage block yang diberikan Living Armor menjadikan skill ini salah satu skill paling berguna di game.

Selain bersifat global, Living Armor juga membuat Treant Protector menjadi kemampuan melindungi hero lain di mid game.Di high rank MMR pun, Living Armor bisa mempengaruhi hasil dari teamfight jika digunakan di target yang tepat.

BOOM ID Ungkap Alasan Undur Diri dari King’s Cup 2: Southeast Asia!

  • Power Deny Support

Power Deny merupakan sebutan untuk situasi di mana sebuah lane, tim memprioritaskan creep deny. Dalam situasi ini umumnya pemain akan menunggu hingga creep timnya sendiri berada di posisi sangat low dan melakukan deny sebanyak mungkin.

Treant Protector sangat cocok untuk kondisi seperti ini terutama jika bermain bersama carry hero dengan base damage yang tinggi. Power deny umumnya dilakukan oleh support, hero dengan mekanisme creep deny (Lich Sacrifice (E), Enigma Demonic Conversion (W)) atau hero dengan base damage tinggi.

  • Kombinasi Skill

Treant juga mempunyai disable yang unik yakni passive Nature’s Guise (Q). Selain itu ultimate Treant Protector (Overgrowth) dapat bersinergi baik dengan ultimate hero lain seperti Phoenix – Supernova, Lich – Chain Frost, Monkey King – Wukong’s Command, dan teamfight ultimate lain yang bersifat AoE (Area of Effects)

OG (Ceb Enigma, N0tail Nature’s Prophet) menjadi salah satu tim dengan kemampuan laning yang biasa, namun mereka mempunyai tendensi tersendiri untuk melakukan banyak deny dibanding tim lain saat mempunyai kesempatan itu.

Treant Protector hanya membutuhkan beberapa item untuk dapat efektif, item seperti Tranquil Boots, Blink Dagger dan mobility item seperti Force Staff atau Drum of Endurance yang sudah lebih dari cukup.

Di beberapa kasus Eul’s Scepter dapat menjadi pilihan untuk kiting dan Solar Crest menjadi core item saat melawan physical damage.

Penulis termasuk salah satu pemain yang menghindari membuat Aghanim Scepter pada hero ini kecuali di saat-saat tertentu di mana vision menjadi hal penting (ketika melawan Tinker, Night Stalker, dan Slark). Karena item selain Scepter umumnya lebih berguna untuk tim di saat teamfight.


Winter Wyvern – Support untuk Crowd Control

Winter Wyvern menjadi salah satu hero yang kontroversial karena di satu waktu hero ini dapat sangat berguna dalam teamfight, di sisi lain ia dapat merusak teamfight karena menggunakan ultimate-nya di saat yang kurang tepat.

Skill seorang Winter Wyvern player datang dari kemampuan membaca situasi dan bermain di antara cast range Winter Curse (R) dan yang terbatas.

Build Winter Wyvern yang umum digunakkan, meskipun. Umumnya Splinter Blast menjadi prioritas dibanding skill lainnya.
  • Counter Physical Damage

Wyvern menjadi salah satu hero wajib dikuasai jika anda bermain melawan musuh yang penuh dengan physical damage atau hero yang mempunyai banyak summon seperti Lycan, Beastmaster dan Broodmother.

Atau hero yang mengandalkan physical damage dan fokus pada 1 target seperti Legion Commander, Troll Warlord, dan Sven. Atau ada hero lain yang terlewat dalam list ini?

Cold Embrace (E) dan juga Winter Curse (R) menjadi tools utama anda, namun 2 skill ini membutuhkan kemampuan membaca situasi dengan cepat karena jika salah digunakan seringkali dampaknya akan berbalik menjadi buruk.

  • Potensi Early Game

Artic Burn atau Q dari Wyvern menjadi salah satu skill terbaik untuk hero di level 1. Meskipun hanya memberikan slow, namun cast range dari Artic Burn membuat Wyvern dapat melakukan slow dari jarak jauh dengan auto attack.

Selain itu damage yang diberikan juga bersifat percentage based, damage berdasarkan persentasi damage dari HP musuh. Skill Q dari Wyvern sangat cocok untuk melawan hero tanky seperti Pudge dan Axe yang sering bermain agresif sejak early game.

Pro Tips : Selalu gunakkan Splinter Blast kepada melee creep agar anda dapat mendapatkan last hit ranged creep.
  • Wave Clear dan Laning Phase Mudah

Winter Wyvern menjadi salah satu hero yang dapat mendapatkan banyak farm sebagai support karena kemampuannya untuk duduk di satu lane dan menggunakan Splinter Blast (W) untuk farming.

Hal ini lazim disebut juga sebagai “wave clearing” kegiatan untuk membunuh 1 creep wave dengan 1 atau 2 skill. Kemampuan wave clear Wyvern juga membuat hero ini dapat men-delay push yang dilakukan musuh.

Tips & Trik: Cara Menangkan Laning Phase dengan Tiny dan Necrophos

Wyvern juga dapat bermain efektif dengan item-item saving lainnya seperti Glimmer Cape, Force Staff, Eul’s Sceptre atau bahkan Pipe of Insight dan Mekansm. Dan item ini dapat didapatkan dari kemampuan wave clear Wyvern.

Wyvern memang merupakkan salah satu hero yang sebenarnya membutuhkan repetisi dan kemampuan mengambil keputusan dalam hitungan milisecond.

Beberapa tim pro misalnya mengambil Wyvern sebagai hero andalan karena kemampuan hero ini untuk mengatur irama teamfight dengan Winter Curse dan Cold Embrace.


Cara Menjadi Support yang Baik dengan Treant dan Winter Wyvern

Satu hal lain yang membuat Wyvern dan Treant Protector populer adalah kedua hero ini pada suatu waktu dapat bertransisi menjadi core hero.

Treant Protector misalnya dengan Crimson Guard dan Solar Crest bisa menjadi hero yang mengerikan melawan hero lain, selain itu Treant dapat menjadi inisiator dengan Blink Dagger lalu ultimate. Aghanim Scepter juga bisa menjadi pilihan tersendiri bagi Treant.

Winter Wyvern selalu mempunyai potensi dengan talent yang luar biasa. Dari mulai talent damage (level 10)  hingga Splinter Blast stun, level menjadi penting untuk Wyvern. Skill yang ia miliki juga membuatnya menjadi salah satu hero dengan scaling terbaik dari sisi efek maupun damage.

Sumber: RevivalTV

Hero ini akan menjadi semakin mengerikan bersama dengan level dan farm yang ia dapatkan, meskipun hanya sebagai support.

Akhirnya kemampuan anda untuk membeli Hand of Midas untuk level dan farm bisa menjadi krusial, atau anda justru membuat cheap item seperti Glimmer dan Spirit Vessel untuk menjadi support sejati.

Pilihan kembali kepada anda bergantung pada situasi yang anda hadapi, selain itu medal kalian tidak pernah bohong, wkwk.

Diedit oleh Yubian A. Huda

Written by Rudi Hartanto

Providing fresh insights and unique perspective in my piece(s).
Esports Historian. For discusion feel free to follow on twitter : @therudihartanto.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Loading…