in

Menang Telak atas Fnatic, Team Secret Juarai DreamLeague Season 9!

Image Courtesy: DreamHack

Setelah ajang GESC Indonesia Minor berakhir minggu lalu, Dota Pro Circuit berlanjut dengan ajang Minor DreamLeague Season 9 yang di Monster Energy DreamHack Studios di Stockholm, Swedia.

Kedelapan tim yang berpartisipasi dalam ajang tersebut termasuk Team SecretTeam LiquidOGTeam EmpireNewbeeFnaticImmortals dan paiN Gaming.

Yang menarik dari ajang kali ini adalah beberapa pelatih/coach yang menggantikan pemain tetap mereka untuk sementara, contohnya 7ckingMad yang mengisi slot kosong pada roster OG setelah hengkangnya Resolut1on dari tim tersebut.

Resolut1on Hengkang, OG Takkan Dapat Direct Invite TI8

Selain itu, coach Team Liquid, Heen, juga menggantikan posisi Miracle- untuk sementara. Alasan di balik hal tersebut sudah dijelaskan oleh pihak Team Liquid pada post Twitter mereka: Miracle- dikatakan sedang beristirahat dari jadwal Dota Pro Circuit yang sangat sibuk itu – agar ia bersiap-siap untuk Dota 2 Asia Championships 2018, yang akan berlangsung setelah DreamLeague.

Namun, Heen tidak akan bermain sebagai Carry, melainkan sang kapten KuroKy, yang biasanya bermain sebagai Support, akan bermain sebagai Carry untuk ajang ini saja. Hal ini tentu mengingatkan kita pada saat KuroKy bermain sebagai Carry pada awal terbentuknya Team Secret. Masih ingatkah kalian?

Kembali ke topik DreamLeague, ke-8 tim awalnya bermain di babak Quarter Finals. Namun uniknya ke-4 seri yang dimainkan oleh semua tim berakhir dengan skor 2-0! Dengan kekalahannya pada babak Quarter Finals, paiN Gaming, OG, Immortals dan Team Empire harus turun ke Lower Bracket. Sedangkan Team Liquid, Fnatic, Newbee dan Team Secret berhak untuk melaju ke babak Semi Final.

Pada babak tersebut, salah satu game tersengit adalah saat Team Liquid bertemu dengan Fnatic di game ketiga. GH- yang bermain Sand King dengan begitu baik bahkan membuat para caster Capitalist dan Blitz “menggila” saat live stream.

Di sisi yang lain, Team Secret berhasil mengalahkan Newbee dengan skor 2-0. Yang menarik dari seri tersebut adalah, pada game pertama, YapzOr, sang Support memainkan Terrorblade sebagai Carry – dan yang lebih menarik lagi adalah Team Secret justru dapat memenangkan game tersebut meski menggunakan Draft yang tidak biasa.

secret newbee dreamleague
Image Courtesy: Dotabuff

Maka, Team Liquid dan Team Secret berhasil melanjutkan perjalanan dan melawan satu sama lain pada babak Winners’ Finals.

Di hari yang sama, dua tim yakni paiN Gaming dan Immortals harus tumbang melawan OG dan Team Empire masing-masing yang menyebabkan mereka tereliminasi dari ajang tersebut. Lalu, OG harus bertemu dengan Newbee dan Team Empire harus bertemu dengan Fnatic pada hari berikutnya.

Sayangnya, OG dan Team Empire yang baru saja menang 1 seri di Lower Bracket langsung kalah di seri berikutnya dan harus gugur dari DreamLeague Season 9. Alhasil, yang berhak melaju ke babak Lower Bracket berikutnya adalah Newbee dan Fnatic.

Game pertama mereka begitu intens. Sccc sebagai Medusa membeli Divine Rapier namun item tersebut jatuh dan diambil oleh Abed sebagai Phantom Lancer. Game pertama diamankan oleh Fnatic.

Akan tetapi, pada game kedua, Fnatic harus kalah melawan Newbee setelah 41 menit maka game ketiga-pun diadakan. Untungnya, Fnatic berhasil membalas Newbee dan memenangkan seri tersebut dengan skor 2-1. Lantas berhak melaju ke Losers’ Finals.

Kembali ke babak Winners’ Finals, Team Secret yang bertemu dengan Team Liquid dapat memenangkan game pertamanya dalam waktu 27 menit, berkat MidOne yang bermain cemerlang dengan hero-nya yaitu Tiny.

Hal yang sama terjadi pada game kedua, Team Liquid harus tumbang melawan Team Secret dalam waktu 27 menit lagi – kali ini karena performa yang sangat baik dari YapzOr menggunakan Witch Doctor, dengan KDA 13-2-20!

Kekalahan Team Liquid mengharuskannya untuk turun ke Loser’s Finals, lagi-lagi bertemu dengan Fnatic untuk kedua kalinya. Namun tidak seperti seri sebelumnya, Fnatic berhasil mengalahkan Team Liquid kali ini, dengan skor 2-0. Dengan ini, Fnatic akan bertemu dengan Team Secret pada babak Grand Finals.

Para penonton mengharapkan seri Grand Final yang intens karena, di seri tersebut, EternaLEnVyUniverse dan pieliedie dapat bermain melawan mantan rekan satu tim mereka, Puppey.

Sayangnya, Team Secret yang dipimpin oleh Puppey membuktikan bahwa mereka masih lebih kuat dibanding Fnatic, bahkan seri tersebut ditutup dengan skor 3-0. Team Secret menang telak melawan Fnatic tanpa harus kalah pada satu game pun.

Dengan kemenangan atas Fnatic pada babak Grand Finals, Team Secret menjadi juara dari DreamLeague Season 9 dan membawa pulang hadiah sebesar $125,000 dan 150 Dota Pro Circuit PointsCongrats, Team Secret!

Selain itu, berakhirnya DreamLeague Season 9 menandai Dota Pro Circuit yang setengah jalan menuju The International 2018. 50% dari DPC Points sudah dialokasikan kepada para tim.

Diedit oleh Yabes Elia

Written by Wilson Wong

Esports Enthusiast & Computer Nerd. Turning my thoughts into stories. Self-taught Programmer.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Loading…