in , ,

In-Depth: Analisis Nasib SumaiL di Offlane, Bakal Sukses?

Pindahnya SumaiL dari Mid ke Offlane membuat banyak fans kaget karena tidak ada yang menduga hal ini akan terjadi. Atau justru role swap ini sebetulnya sudah terlihat dari jauh-jauh hari? Tulisan ini akan menganalisis mengapa SumaiL meninggalkan mid, mengapa Ia memilih offlane dan juga kenapa fans EG dan SumaiL tidak perlu khawatir.

SumaiL adalah salah satu talenta muda paling berbakat di Esports, belum menginjak 20 tahun Ia sudah mencatatkan nama sebagai salah satu remaja paling berpengaruh menurut Majalah Time di 2016.

Midlane : Dari Pertarungan Individu ke Pertarungan Teamwork

Midlane adalah ruh dari MOBA atau Action-RTS apapun, dari mulai League of Legends, Dota, Mobile Legends, Arena of Valor dsb. Mid menjadi titik sentral yang melambangkan keseimbangan. Midlane adalah the center of action, mekanik ini mungkin tidak ada di genre game lain. Middle Lane adalah satu hal yang ‘suci’ untuk MOBA. Bahkan ada tim esports yang menggunakan mid sebagai nama mereka. “Team Solomid”

Mid di public matchmaking game memang kebanyakan masih 1v1, namun untuk pro level, mid jadi ajang unjuk koordinas dan kerjasamai tim dalam melindungi farm midlaner masing-masing.

Namun di Dota 2, Midlane yang tadinya menjadi ajang “The Mid Show” alias unjuk gigi 1v1 antara 2 pemain dengan skill terbaik berubah menjadi lebih team oriented dibandingkan individual oriented. Sebelumnya skill 1v1 seseorang dalam bermain mid bisa menentukan hasil akhir dari permainan.

Namun sejak Boston Major atau hampir 1.5 tahun terakhir, middle lane di Dota 2 sudah berubah menjadi super-highly-contested lane. Strategi ini menaruh banyak resource di early game untuk mengamankan farm midlaner-nya, agar midlaner mereka bisa bermain dengan aman dan mendapatkan early game creep score (cs). Meskipun tak jarang mereka harus merelakan experience dan level yang lebih rendah dibanding model mid yang murni 1v1.

Resource tersebut dalam bentuk ganking secara konstan, support yang lebih memlih start di midlane dibandingkan pulling atau zoning offlaner. Support dapat bermain agresif dan rotasi secara konstan, dibanding metode “tradisional” dimana untuk 10 menit pertama Support biasanya melakukan pull di safelane, stacking alias 2 support bermain pasangan dual lane dengan carry dan offlane.

Midlane yang asalnya 1v1 berubah menjadi ajang pertunjukan tim mana yang mempunyai sinergi terbaik dalam membantu midlane mereka, no more pure individual skill, just team effort.

Bicara soal individual Skill, Sumail “SumaiL” Syed Hassan adalah salah satu pemain yang mempunyai skill individu yang luar biasa, keberaniannya untuk bermain agresif dan membuat high risk-high reward plays adalah kelebihannya tersendiri.

SumaiL beralih ke offlane karena satu alasan: offlane mempunyai lebih banyak kebebasan dibandingkan midlane, dan melawan trilane di offlane adalah sesuatu yang lumrah, berbeda dengan di mid.

SumaiL tak ragu bermain agresif. Dikenal sebagai salah satu player yang take it to the limit, SumaiL dikenal punya kalkulasi tersendiri dimana batas akhir suatu play apakah akan berhasil atau gagal. SumaiL dikenal di Chinese scene sebagai “Jumpy player” karena playstyle hiper-agresifnya dan style in-your-face dimana SumaiL tidak segan melakukan dive dan selalu bermain di depan muka hero musuh.

Role Switch Sebagai Solusi untuk EG yang Melempem

Kabar mengenai pindahnya SumaiL dari midlane ke offlane sebetulnya tidak terlalu mengejutkan bagi mereka yang bisa membaca cara bermain Evil Geniuses yang berubah, terutama di 2 turnamen terakhir sebelum Tahun 2018: Summit 8 dan juga Dreamleague Season 8. Sumail dipaksa bermain Timbersaw dan Vengeful Spirit dengan farm yang bisa dibilang minimal.

Peralihan meta mid dari playmaking ke hard-farming menjadi fokus utama. Hero seperti Medusa, Razor, dan Tiny kembali ke meta. Hero-hero ini bukanlah hero comfort untuk SumaiL yang lebih dikenal sebagai flashy player yang unggul dalam playmaking hero seperti Puck, Brewmaster, dan Storm Spirit.

Farming-Oriented Mid dan juga pressure yang besar untuk bermain Mid dengan lebih greedy nampaknya membuat SumaiL berpikir ulang untuk melanjutkan bermain mid. Keputusan SumaiL untuk beralih ke position 3 atau Offlane bisa dibilang sesuatu yang tidak terlalu mengejutkan melihat bagaimana EG kerap kali gagal menang jika Sumail yang bermain mid tidak bersinar dan harus menghadapi pressure yang besar di early game.

Selain itu semua tim menaruh perhatian ekstra di mid teruama saat melawan SumaiL. Sejak 7.00, Mid harus siap melawan trilane setup mid yang menjadi meta tersendiri di beberapa tahun terakhir. Mid yang sebelumnya hampir murni 1v1 berubah menjadi 2v1, 2v2, 3v1, atau bahkan 3v3.

Carrying from the midlane bukanlah strategi baru, EG dan Team DK melakukan ini di The International 2014. Sejauh ini EG masih belum menemukan playstyle yang membuat mereka  dominan.

Arteezy diputuskan akan mulai “carrying from the midlane” dimana ia akan bermain hero hard carry dari mid. Hero seperti Sven, Shadow Fiend, Outworld Devourer, Phantom lancer akan dimainkan Arteezy, sebagai hard carry, dan Fear akan bermain space making carry seperti Ursa, Clinkz, dan hero-hero lain.

Setidaknya begitu rencana EG, Meskipun debut mereka di Captains Draft belum memuaskan karena mereka baru mempunyai kesempatan untuk bermain bersama Misery pada saat itu.

Lalu mengapa pindah ke offlane?

Remember when I Kicked You?

Off Lane biasanya juga disebut dengan hard lane atau long lane. Pemain offlane umumnya mendapatkan farm priority ketiga, di bawah carry dan mid. Mengapa hard lane? Jalur ini disebut demikian karena jarak pertemuan creep dengan tier 1 tower di offlane sangat jauh. Titik pertemuan ini juga berada tepat di samping hutan musuh, sehingga rentan akan gank.

Selain itu, karena off lane untuk tim kita adalah safe lane lawan, kamu biasanya menghadapi lebih dari satu hero. Secara keseluruhan, lane ini cukup berbahaya.

Di sisi lain, Offlane atau position 3 sebelumnya dikenal sebagai role paling sulit untuk mendapatkan safe farm. Belakangan justru menjadi role yang bersinar karena offlane player umumnya lebih memprioritaskan experience dibanding Gold dalam hal resource, experience ini bisa didapat dengan cara mandiri dan tidak membutuhkan banyak bantuan.

Offlane player memang bermain dalam kondisi tidak nyaman dan tidak aman, dan seringkali harus rela feeding, namun hal tersebut justru membuat offlane posisi yang menarik karena kunci dari offlane sebetulnya terlatak pada Hero Level, bukan Gold. Meskipun Gold penting, offlane hero lebih memprioritaskan level yang tinggi karena membuat mereka bisa lebih aktif di map pasca mencapai puncak-puncak power tertentu (power spike).

Beberapa Offlane Heroes yang dikenal sebagai natural Blink Dagger Hero.

Hero seperti Batrider, Eartshaker, Slardar dan Sand King umumnya hanya butuh Blink Dagger untuk mulai aktif di map. Clockwerk dan juga Nyx Assasin hanya butuh Level 6 lalu kemudian akan mem-pressure hero lain dengan ultimate mereka.

Hero semacam Beastmaster dan Nature Prophet bisa mendapatkan farm di mid game karena mereka punya summon units dan bisa bergerak di map dengan lebih bebas melalui scouting tool (Beastmaster Hawk) dan Global Presence (Nature Prophet Teleport).

Pemain seperti FATA-, Mind_ConTroL,9Pasha muncul menjadi bintang di meta saat offlane bisa bermain fleksibel antara playmaking atau farming. Hero seperti Batrider akan bermain sebagai playmaker dan tidak membutuhkan banyak waktu untuk menjadi “online” dan  efektif. Sementara hero seperti Nature Prophet membutuhkan banyak farm dan akan menjadi hero yang mengerikan dengan faktor splitpush di late game.

Sumail tentunya butuh waktu untuk beradapatasi, dan pada Captains Draft 4.0 SumaiL bermain baik dan tetap berkontribusi banyak dan tanpa canggung bermain agresif di Offlane. Meskipun EG gagal finish top 3, SumaiL dan new EG bermain solid di debut mereka. Belum lagi SumaiL harus mengisi kursi yang ditinggalkan Universe, Salah satu Offlaner paling konsisten sepanjang sejarah Dota 2.

3 menang dan 3 kalah, Namun SumaiL berhasil membuat lawan lane-nya kerepotan dan membuat banyak space untuk Arteezy dan Fear.

Kesimpulan: SumaiL mencoba Offlane? Siapa takut!

SumaiL bukanlah midlaner pertama yang pindah ke offlane, jadi sebetulnya fans EG tidak usah khawatir. Banyak kisah pemain Dota 2 yang berubah posisi dan akhirnya mendapatkan sukses di posisi barunya.

Namun, Evil Geniuses tentunya pasti akan mencoba mencari playstyle terbaik untuk tim mereka, Mencari cara bermain yang sesuai ini penting untuk kestabilan pemain-pemain mereka, karena bagaimanapun Roster Lock kali ini akan berlanjut hingga The International 8, EG harus bisa saling meramu strategi dan mungkin pindahnya SumaiL ke Offlane bisa membuka hal-hal baru yang lebih cocok untuk playstyle mereka.

Untuk masalah mekanikal skill, SumaiL adalah raw talent yang bekerja keras. Jadi rasanya perubahan role ini tidak akan menjadi masalah besar. Dengan segala inovasi yang dilakukannya, SumaiL justru mungkin bisa mendefinisikan hal-hal baru dalam bermain offlane dan membentuk meta baru di 2018.

Akhir kata, fans EG dan juga fans SumaiL harus terus mengikuti bagaimana EG akan bermain di turnamen-turnamen dalam waktu dekat. Karena tentu mereka akan mencoba banyak hal baru dan menarik untuk dilihat apakah hal tersebut berhasil atau tidak.

Bleed Blue?

Diedit oleh Yabes Elia

Written by Rudi Hartanto

Providing fresh insights and unique perspective in my piece(s).
Esports Historian. For discusion feel free to follow on twitter : @therudihartanto.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Loading…