in

Solo: Aku Ingin Ada Fitur Pencarian Role di Matchmaking

Menjadi salah satu kapten terbaik di sejarah DOTA 2, nama Solo tentunya sudah tidak perlu diragukan lagi. Mulai dari kepemimpinannya, hingga gaya pemainannya, Solo bisa dibilang menjadi legenda hidup saat ini.

Memimpin kawan-kawannya di Virtus Pro, pria bernama asli Alexei Berezin ini dulunya sempat membela tim-tim besar macam Vega Squadron maupun Team Empire. Dengan masa lalu yang cukup kelam, terjerat kasus judi, saat ini ia sudah memperbaiki kesalahan. Malah bisa dibilang, saat inilah masa terbaik dari seorang Solo.

Solo_EPICENTER2017

Dan beberapa waktu lalu, ia yang mewakili Russia untuk berlaga di WESG ternayata diwawancarai oleh pihak penyelenggara. Terlebih, saat itu tim Russia yang ia bela yang menggunakan nama AntiHype berhasil menjadi juara qualifier serta pastinya lolos ke main event di China.

Dan berikut adalah beberapa pertanyaan yang sempat terjawab oleh Solo:

– Kenapa kamu memutuskan untuk menggunakan nama AntiHype? Ada ceritanya?

– Hal itu terjadi tanpa ada aku di dalamnya. Teman tim yang lain memutuskan untuk membuat nama yang lucu dalam chat grup, di saat yang sama ada lawakan yang berkorelasi dengan AntiHype, pertarungan, dan Versus yang baru saja dirilis, jadi kita ambil nama itu.

– Apakah kamu menyukai format turnamen ini? Apakah kamu mendukung ide tim nasional, yang berisikan pemain-pemain satu negara?

– Kupikir ini adalah ide bagus. Sebelumnya, di Counter Strike, hal ini pegitu populer, ketika seluruh pemain dalam tim merupakan satu kewarganegaraan yang sama, jadilah kita bertarung di bawah naungan bendera. Keren, ide bagus dan aku sukan turnamen negara seperti ini.

– Apakah sulit untukmu untuk berkoordinasi? Apakah semua teman tim mendengarkan arahanmu atau malah menggila sendiri?

– Tidak juga, tidaklah sulit. Teman-teman bermain baik, semuanya membawa setiap pengalaman mereka ke dalam game. Perasaannya memang berbeda dibandingkan dengan bermain bersama tim aslimu.

– Dari sisi pengalaman, apakah turnamen seperti ini, yang mana mencampur pemain, akan berguna? Atau hanya kesenangan saja yang tidak membawa faedah tersendiri untukmu?

– Aku pikir saat ini, kita bermain untuk bersenang-senang, apalagi tanpa adanya latihan bersama tim ini. Setiap orang punya prioritas dan kamu tak dapat mengatakan apapun saat semua kembali sedia kala. Kami contohnya, bermain melawan Na`Vi di Major (DreamLeague Season 8), sekita aku duduk di sini, melakukan pick dan berbicara dengan RodjER. Ya, kita bermain bersama, melakukan sesuatu, tapi tidak membagikan segala sesuatu yang krusial.

– Bagaimana pemikiranmu tentang sistem matchmaking baru di DOTA 2?

– Masih belum jelas, aku bermain 2 game calibration, yang pertama 0-12 dan kedua 1-12.

– Apa yang harus ditambahkan atau diubah dari DOTA 2?

– Aku ingin menambahkan fitur pencarian role, tapi aku tidak berpikiran Valve akan melakukannya, terlebih ini merupakan trik League of Legends. Tapi pada umumnya hal itu sudah ada dalam game sebelum LoL, jadi akan sangat menyenangkan jika dapat menambahkannya.

Written by Higsweart Benetz

Cinta luar angkasa. Bermimpi jadi Astronaut. Hidup untuk menulis. Lantas membaca apapun dengan nada. Rutin mencium harumnya combo Nasi Goreng dan Air Putih. Dan mencari apapun yang berwarna biru.

In love with Aimer, Ailee, and Raisa. Also Chelsea FC, Boston Celtics, and Team Secret.

Share the day after day on Instagram @higs44.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading…