in ,

Revival Special’s: Jawara Dota 2 XCN dari Australia, Darcy “Godot” Jose

Sumber : Fanpage XCN

Persaingan Dota 2 di Indonesia semakin seru dari hari ke hari dengan kehadiran tim-tim besar Indonesia yang memperkuat rosternya. Salah satunya adalah XCN yang memilih kembali ke kompetitif Dota 2 dengan merekrut SEA Reject.

Uniknya tim ini ada yang berisikan pemain dari luar negeri yang bisa dibilang sangat jarang terlihat di tim Dota 2 Indonesia. Ia adalah Darcy “Godot” Jose yang berasal dari Australia.

Kehadiran pemain yang berposisi sebagai offlaner sekaligus kapten ini tentu membawa warna tersendiri bagi tim ini.

Bagaimana tidak, ia merupakan pemain yang berpengalaman dan pernah mengikuti turnamen ternama seperti DreamHack 2012 dan The International 2012 saat bersama Absolute Legends.

Selain itu, ia juga pernah bergabung bersama Team Immunity dengan prestasi tertingginya menjadi juara kedua di MSI Beat It 2014. Ia juga pernah bergabung bersama Can’t Say Wips yang saat itu merupakan tim SEA ternama. Saat bersama tim tersebut ia berhasil menjadi juara OK Dota 2 Cup.

Godot (dua dari kiri) saat bersama Absolute Legends

Untuk itu saya melakukan wawancara lewat Facebook Messenger untuk menceritakan pengalamannya dan alasannya memilih bergabung bersama XCN.

Ia sendiri memulai memainkan Dota bersama teman sekolahnya di warnet. Dari situlah ia mulai memenangkan turnamen lokal dan turnamen online.

Dari kiri ke kanan : Miggel.Z, Loyd, Godot, 2hoi, Splicko Sumber : Fanpage XCN

Ia sebenarnya sedikit enggan untuk bergabung bersama SEA Reject karena ia tidak mengenali para pemain yang berada di tim dan semua bermula dari coba-coba.

“Namun semuanya berubah saat rekan setimnya mampu untuk bermain di kompetitif turnamen saat bootcamp bersama XCN” katanya. Sayangnya mereka sudah harus ditinggalkan Splicko dan Loyd yang sebelumnya merupakan pemain dari tim ini.

Godot (paling kiri) saat bersama Can’t Say Wips di turnamen OK Dota 2 Cups

Menurutnya perbedaan scene Dota di Australia sangat berbeda jika dibandingkan dengan Indonesia. Kurangnya pemain dan turnamen yang diadakan membuat kondisi esports, khususnya Dota, menjadi buruk

“Ditambah lagi admin yang didanai untuk menjalankan acara sangat bias terhadap pemain atau tim tertentu, yang membuat acara berjalan sangat buruk” kata Godot. Untuk scene Dota di Indonesia sendiri, menurutnya, turnamen yang banyak ditambah dukungan dari sponsor membuat scene Indonesia bisa bertumbuh lebih besar dari basis pemain dan juga kompetisi.

Berbicara mengenai RRQ yang berhasil lolos ke Indonesia Minor, ia sendiri terkejut mengenai performa mereka selama kualifikasi. “Karena kami tidak pernah kalah dari mereka saat scrim dan roster kami yang baru saja berubah” katanya. Saat itu XCN memakai dua standin karena diharuskan memakai tiga pemain yang berasal dari Indonesia.

[Exclusive Interview] Koala: Dukung RRQ DOTA 2 Jangan Mobile Legends Melulu

Untuk prediksi bagaimana perjalanan RRQ, Ia tidak bisa berbicara banyak namun berpotensi mengejutkan mengingat RRQ menjadi underdogs di turnamen ini.

Sebelum menutup wawancara, ia menyampaikan pesan terutama bagi kamu yang ingin berkarir di dunia esports. “Saya percaya jika ada passion di game dan kamu ada di level dimana kamu bisa bersaing maka kamu harus memberikan waktu dan mencobanya” kata Godot.

Diedit oleh Yabes Elia

What do you think?

1 point
Upvote Downvote

Total votes: 1

Upvotes: 1

Upvotes percentage: 100.000000%

Downvotes: 0

Downvotes percentage: 0.000000%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading…