in , ,

Pro Player Indonesia yang Membela Tim Luar Negeri di 2017-2018

Seperti atlet olahraga pada umumnya, beberapa pemain esports mendapatkan kesempatan untuk bermain di tim luar negeri. Di region esports yang besar seperti Eropa dan Amerika, hal ini terlihat sudah biasa. Namun di Indonesia sendiri, pemain tanah air kita jarang terlihat membela tim-tim dari luar negeri.

Akan tetapi, akhir-akhir ini mindset dari para penggemar yang menganggap pemain Indonesia tidak berani mencoba untuk bermain di tim luar negeri seakan dibantah oleh para pemain profesional. Beberapa pemain bertalenta asal Indonesia sudah berani maju dan mewakili negara kita di kancah internasional.

bntet xccurate sydney
Image Courtesy: HLTV

Contohnya, di ranah Counter-Strike: Global Offensive, kita tahu betul ada sepasang pemain muda asal Indonesia, yakni BnTeT dan xccurate, yang sekarang bermain di tim asal China – TyLoo.

Di mulai dari Hansel “BnTeT” Ferdinand yang lebih dulu bergabung dengan TyLoo pada bulan Maret 2017 lalu. Ia meninggalkan tim lamanya, Recca Esports, dan pindah ke tim barunya tersebut.

Memang, ia sudah lama diakui sebagai salah satu pemain CS:GO terbaik se-Asia. Dan dengan tambahan BnTeT ke dalam roster TyLoo, tim tersebut langsung meraih beragam prestasi. Contohnya menjadi juara pada ajang China Cup I, kemenangan TyLoo 4 hari setelah kebergabungan BnTeT.

Lalu, pada awal tahun 2018, salah satu pemain TyLoo pada saat itu, HZ, dikabarkan telah digantikan oleh bondik, pemain asal Ukraina, namun ia hanya merupakan pemain pinjaman. Setelah masa pinjaman tersebut berakhir, xccurate mengisi posisi tersebut.

Tinggalkan Recca Esports, Xccurate Resmi Susul BnTeT di Tyloo!

Bersama dengan BnTeT, kedua pemain tersebut bersama timnya berhasil lolos ke berbagai ajang dan bahkan menjuarai beberapa dari ajang tersebut, seperti StarLadder & ImbaTV Invitational Chongqing 2018 dan XINHUA Electronic Sports Conference.

Pencapaian terbaru mereka adalah juara 3-4 pada ajang Intel Extreme Masters XIII – Sydney, di mana TyLoo berhasil mengalahkan tim-tim besar layaknya SK Gaming, Cloud9 dan Renegades. Namun pada babak semifinal, mereka harus gugur setelah kalah melawan FaZe Clan dengan skor 1-2.

Di ranah game yang berbeda, yaitu Dota 2, kita tahu bahwa beberapa dari pemain tanah air juga pernah membela tim luar negeri, namun tidak banyak dari mereka yang bertahan. Kita semua pasti dengan mudah mengingat inYourdreaM yang pada tahun lalu sempat bergabung dengan Fnatic.

inyourdream fnatic
Image Courtesy: Lowyat.NET

Debut pertamanya dengan tim tersebut adalah pada ajang ESL One Genting 2017. Namun sayangnya pada ajang tersebut inYourdreaM dan timnya tidak dapat memenangkan satu match-pun. Yang lebih mengejutkan lagi, setelah ajang tersebut berakhir, keesokan harinya ia dikabarkan harus meninggalkan tim tersebut dikarenakan adanya masalah keluarga.

Banyak penggemar inYourdreaM yang pastinya kecewa karena kesempatan untuk membela tim besar seperti Fnatic tidak mudah didapatkan oleh pemain profesional lainnya. Akan tetapi, setelah itu inYourdreaM kembali ke ranah kompetitif dengan bergabung ke tim BOOM ID, sebelum pindah lagi ke TP.NND.

Selain inYourdreaM, ada dua pemain juga yang sempat bermain di tim luar negeri. Yang lebih dulu adalah Rene “Minerva” Michael Halim yang pada tahun 2014 bergabung dengan tim MVP HOT6ix untuk kurang lebih satu bulan setengah, lalu pindah ke Team SatuDuaTiga asal Malaysia, setelah itu ke tim Spac_ Creators. Namun pada akhirnya tim tersebut sudah tiada kabar lagi dan terlihat sudah dibubarkan.

feuru geek fam
Image Courtesy: geekfamdota.com

Untuk pemain yang satu lagi, Towi “Feuru” Putera, pada bulan Maret tahun ini bergabung dengan tim asal Malaysia, Geek Fam. Namun sayangnya pada awal bulan Mei ini ia dikabarkan sudah meninggalkan tim tersebut.

Pemain Dota 2 Profesional Indonesia seakan gagal terus menerus membela tim asal luar negeri, dengan alasan yang berbeda-beda. Tetapi pada awal bulan ini, ada dua pemain kebanggaan milik Indonesia yang memberi kejutan pada komunitas Indonesia.

Pasalnya, dua pemain yakni Xepher dari tim Rex Regum Qeon dan inYourdreaM dari TP.NND, telah dikabarkan sedang trial di tim asal Malaysia, yaitu TNC Tigers.

1437 tnc tigers
Image Courtesy: meta.my

Bagi kalian yang belum tahu tentang tim yang satu ini, mereka merupakan tim kedua dari organisasi TNC yang dipimpin oleh 1437. Jadi, tim utama mereka TNC Pro Team masih ada dan keduanya berada di bawah naungan organisasi TNC.

TNC Tigers juga baru saja melakukan debut mereka pada babak kualifikasi Wild Card MPGL 2018. Dengan roster yang terdiri dari kYxY, inYourdreaM, 458, Xepher dan 1437, mereka berhasil mengalahkan dua tim yaitu Tao La ShinHanbin dan 5th Impact dengan mudah.

Sayangnya pada game selanjutnya, mereka dikalahkan oleh tim Neon Atomic dan harus gugur dari babak kualifikasi tersebut karena formatnya yakni Best of 1. Tetap saja, performa mereka bisa dibilang sangat baik untuk sebuah tim yang baru saja dibentuk.

Xepher dan inYourdreaM terlihat sudah dapat beradaptasi dengan playstyle tim baru mereka, serta dengan kapten 1437 yang pastinya mengantongi segudang pengalaman. Selain itu, kYxY juga sudah lama berada di kancah kompetitif dan dulunya bermain bersama nama-nama besar seperti Mushi, Ohaiyo, dan lain lain.

Di sisi yang lain, tidak banyak yang tahu tentang pemain dengan in-game-name 458. Ia adalah pemain asal Vietnam yang pada saat penulisan artikel ini berada di posisi ke-50 di Leaderboard MMR Region China.

Jadi bagimana? Masih percayakah kalau pemain tanah air kita tidak berani bermain di tim luar negeri dan hanya “jago kandang”?

bntet xccurate iem
Image Courtesy: HLTV

Semoga saja tidak hanya 2 pasang pemain Counter-Strike: Global Offensive dan Dota 2 saja yang dapat mengharumkan nama bangsa dengan bermain di tim asal luar negeri. Mereka telah membuktkan bahwa skill yang dimiliki oleh pemain Indonesia tidak kalah dengan skill pemain luar negeri.

Good luck further, BnTeT, xccurate, Xepher and inYourdreaM! Siapa lagi yang mau menyusul mereka?

Diedit oleh Yabes Elia

Written by Wilson Wong

Esports Enthusiast & Computer Nerd. Turning my thoughts into stories. Self-taught Programmer.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Loading…