in

Potensi Na`Vi DOTA 2 yang Baru, Akankah Memberikan Prestasi?

Saat kita mendengar Natus Vincere, tentunya benak kita akan langsung memikirkan sebuah tim asal Ukraina yang sedang berjuang bangkit dari keterpurukannya, Sekian tahun sejak masa keemasan tim ini, Natus Vincere masih belum bisa bangkit 100%.

Pergantian roster coba dilakukan di awal-awal musim setelah The International usai. Dan kali ini mereka akan coba kembali dengan komposisi pemain Crystallize, Dendi, GeneRaL, RodjER, juga soNNeikO.

7 game susah mereka mainkan, dan tim redaksi RevivaL TV akan coba sedikir mengulas bagaimana potensi mereka. Akankah mereka bisa berhasil kembali menjadi salah satu kekuatan tersendiri di DOTA 2 berdasarkan 5 game yang mereka mainkan di babak kualifikasi StarLadder Minor DOTA 2 kemarin?

vs Gambit
Debut yang baik, debut yang melambungkan asa para fans. Permainan dari Natus Vincere saat itu benar-benar rapi dan terorganisir. Meskipun kalian melihat sebuah kesalahan kecil, namun cara mereka bermain patut diacungi jempol. Melibas Gambit dengan skor 2-0. Bahkan combo dari Na`Vi terbilang berhasil.

vs Team Empire
Meskipun sempat terlihat bermain kurang baik di game pertama, Natus Vincere berhasil membalikkan keadaan di game kedua dan ketiga. Terlihat bahwa mereka tidak terlalu ngotot dengan ketertinggalan di game pertama, dan lebih memilih untuk fokus di dua game lainnya. Hasilnya, mereka berhasil menang. Jangan lupakan juga permainan apik dari seorang Dendi di game ektiga menggunakan Invoker.

vs Team Spirit (Final Upper Bracket)

Setelah secara perkasa memenangkan game pertama, Dendi dkk malah harus menerima keadaan bahwa team Spirit bermain lebih baik di game kedua. Combo Tiny-Io terlalu sulit dibendung. Sedangkan di game ketiga, Team Spirit sudah unggul atas Na`Vi. Kesulitan menghadapi Templar Assassin dan Troll Warlord berkesudahan pertandingan ini dengan skor 2-1.

vs Spartak (Final Lower Bracket)

Gamd pertama dengan Crytallize yang menggunakan Faceless Void. terlihat sepertinya ia cukup familiar dengan hero satu ini. Beberapa kali Chrono yang bagus dipraktekkna olehnya. Bahkan Na`Vi mendapatkan momentum kemenangannya dengan Chronosphere yang indah. Sedangkan game kedua menunjukkan bagaimana solidnya permainan Natus Vincere. Anti-Mage yang merupakan last pick dari Spartak bahkan tidak bisa berbuat banyak.

vs Team Spirit (Final Qualifier)

Natus Vincere menunjukkan kekuatan mereka yang sesungguhnya. Sepertinya di match tersebut, Na`Vi benar-benar tidak mau kehilangan kesempatan untuk menjadi tim yang lolos ke StarLadder 3. Melihat penampilan RodjER yang menggunakan Chen sepertinya sedikit mengingatkan kita Puppey. Timing Hand of God yang baik, dan control unit yang juga mengesankan. Sedangkan di game kedua, game berjalan alot. Kedua tim saling jual-beli serangan. Bahkan game akhirnya harus diselesaikan di menit ke 67.

Jika kita melihat dari penampilan mereka selama 5 game tersebut, pastinya kita yakin bahwa Na`Vi sudah memberikan asa cukup besar kepada para fans-nya. Selain itu, permainan dan startegi yang atraktif juga mereka mainkan. Hal ini dipercaya menjadi titik balik tersendiri untuk tim.

Namun harus diingat bahwa mereka baru saja bertemu dengan lawan-lawan dari region CIS. Ujuan sesungguhnya adalah saat mereka melawan tim-tim dari regiuon tetangga yaitu EU atau Europe Union. Apakah nantinya mereka dapat mempertahankan performa?

Written by Higsweart Benetz

Cinta luar angkasa. Bermimpi jadi Astronaut. Hidup untuk menulis. Lantas membaca apapun dengan nada. Rutin mencium harumnya combo Nasi Goreng dan Air Putih. Dan mencari apapun yang berwarna biru.

In love with Aimer, Ailee, and Raisa. Also Chelsea FC, Boston Celtics, and Team Secret.

Share the day after day on Instagram @higs44.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Loading…