in

Special Feature: Membedah Pentingnya Coach di Dota 2

Coaching di Dota 2 adalah hal yang tidak bisa dianggap sebelah mata. Hampir seluruh tim-tim besar di Dota 2 mempunyai sosok di belakang layar yang bisa dianggap sebagai “Coach” atau “Analyst” yang memberikan pandangan di luar 5 pemain yang bermain.

Pentingnya coaching dalam suatu tim tidak bisa dipandang sebelah mata, dari menyediakan informasi dan data mengenai musuh yang akan suatu tim hadapi, menjaga emosi seluruh anggota tim, dan membantu proses analisis replay, hingga menjadi tempat konsultasi keluhan antar teammate dan membentuk kondisi tim yang kondusif.

Posisi coach seringkali dianggap sebelah mata dan terlupakkan. Namun pada kenyatannya bahkan pemain yang terkenal mempunyai Dota IQ yang tinggi seperti Peter “PPD” Dager, Clement “Puppey” Ivanov, atau Kuro “Kuroky” Takhasomi pun mengakui pentingnya sosok coach dalam perjalanan suatu tim.

Perlu diingat bagaimana TI5 EG yang dipegang PPD mengandalkan Sam “Bulba” Sosale sebagai pelatih mereka. Puppey juga merekrut Lee ‘SunBhie‘ Jeong-jae sejak pertengahan 2017. Tak lupa juga Lee “Heen” Seung Gon membantu Liquid memenangkan TI7. Lalu ada sosok lain seperti Sebastian “7ckngmad” Debs yang menemani OG memenangkan 4 Major.

Karir para coach pada saat menjadi pemain mungkin tidak terlalu terang. Namun, hal terpenting dari coaching adalah bagaimana pengetahuan dan kemampuan interpersonal para coach ini tidak bisa dipandang sebelah mata, baik dalam memotivasi tim, menjaga emosi tim agar tidak terlalu galau ataupun terlalu jumawa.

Tim terbaik akan tetap bermain dengan emosi yang datar agar tetap dapat membuat keputusan terbaik, tanpa faktor emosional.

Selain itu, kemampuan dalam mengolah data dan menyediakan informasi sebaik mungkin kepada tim mereka juga tak kalah penting.

Informasi ini bisa dalam bentuk hero yang menjadi andalan tim musuh (comfort picks) atau hero yang menjadi prioritas untuk tim lain entah dalam pick atau ban, informasi seperti bagaimana karakter rotasi early game support di tim-tim Dota 2 asal Tiongkok yang berbeda dengan Western Scene, atau early game warding dan juga lane setup yang dapat mempengaruhi hasil dari game bahkan dari sebelum pertandingan dimulai.

Menuju musim 2017/2018, perubahan regulasi mengenai diperbolehkannya coach berada di lokasi yang sama dengan pemain pada proses drafting akan menjadi bumbu tersendiri.

Maka dari itu, sebelum turnamen-turnamen LAN bergulir di musim 2017/2018, ada baiknya kita melihat beberapa Coach yang siap menjadi sosok krusial pada kesuksesan tim-tim terbaik.

Na’Vi : Alexander “XBOCT” Dashkevich

XBOCT dikenal sebagai carry player yang terkenal dengan karakter sangat agresif. Namun di tahun ini XBOCT nampaknya mempunyai kesibukkan baru pasca ditunjuk untuk menjadi coach untuk Na`vi.

Hasilnya? Lumayan baik karena Na`’vi menemukan kembali karakter mereka dan terlihat lebih baik dibandingkan tahun lalu.

Meskipun masih terlalu dini untuk menilai performa XBOCT sebagai coach, nampaknya Navi bermain jauh lebih baik dan siap menantang VP untuk gelar tim terbaik di CIS. Lolos untuk Starladder, PGL Open Minor dan juga terlihat solid di qualifier lainnya, Navi nampaknya menunjukkan lebih banyak kemajuan dalam hal koordinasi dan komunikasi.

Hubungan dekat XBOCT dengan seluruh anggota tim Na’vi membantu proses adaptasi seluruh tim. Selain itu pengalaman XBOCT membantu Crystallize yang merupakan pubstar beradaptasi dengan iklim kompetisi professional dan bagaimana bermain carry di pro team.

Na`vi fans tentunya sangat excited dan penasaran bagaimana Na`vi akan bermain di LAN, dan bagaimana XBOCT akan hadir di drafting phase. Can you feel it Na`vi?

Evil Geniuses : Avery “SVG” Silverman

SVG menjadi coach untuk EG sejak Manila Major 2016. Salah satu pencapaian besar Avery, sapaan akrab SVG, adalah berhasil membantu EG finish ketiga di TI 6, dan finish kedua di Epicenter 2017.

Avery sempat memutuskan untuk kembali menjadi player di musim 2016, yakni jadi support untuk Team NP. Namun comeback SVG sebagai player tidak bertahan lama. Setelah DAC 2017, Avery di-kick dari Team NP dan akhirnya direkrut oleh EG untuk menjadi coach menemani Fear.

Kembalinya Fear menjadi pemain untuk EG membuat SVG menjadi satu-satunya coach untuk EG.

Salah satu tugas SVG di sini adalah membantu Fear mengolah data dan statistik. Data dan statistik ini khusus didapatkan oleh EG karena kerjasama mereka dengan opendota, dan SVG dipercaya menjadi sosok yang mengolah data dan informasi rumit ini sedemikian rupa agar mampu digunakan oleh Team Evil Geniuses Dota 2.

Selain kemampuan analisis dan statistik SVG dikenal di seluruh western scene, SVG juga dikenal inovatif dan menjadi salah satu pemain yang mengenalkan roaming Slardar dan support Brewmaster.

Kemampuan lain SVG yang membuat EG layak ditakuti di 2017 adalah bagaimana SVG mempunyai pengetahuan yang luas mengenai bagaimana proses drafting dari setiap tim yang akan EG hadapi. Semoga saja, dengan hadirnya SVG untuk mendampingi Arteezy, Sumail dan Fear bisa membuat EG Great Again.

 

Team Liquid : Lee “Heen” Seung Gon

Heen adalah komponen penting kesuksesan Liqud di TI 7. Namun sebelumnya, Heen menjadi salah satu sosok penting pasca perubahan roster Liquid dari Bulba ke GH. Heen dan Blitz merupakan 2 orang yang merekomendasikan Maroun “GH” Merhej kepada Kuroky.

Heen bukanlah nama baru di DotA, karena ia sudah bermain profesional sejak 2009. Heen sama seperti Kuroky yang punya jam terbang cukup tinggi di DotA sebelum Dota 2.

Hubungan baik antara Kuroky dengan Heen membantu mempercepat transisi Liquid kembali menjadi salah satu tim terbaik.

Sejak kegagalan di Kiev Major, Liquid berhasil belajar dan berubah menjadi tim yang mengerikan.

Adaptasi Liquid terhadap patch baru memang tidak secepat EG. Namun Liquid berhasil menciptakkan taktik terbaik di saat yang tepat, yaitu The International.

Starladder, Epicenter, Dreamleague, dan TI. 4 kemenangan di Premier LAN dan ditutup dengan TI.

Heen lebih dari sekedar analis dan pemberi informasi untuk Liquid, namun juga menjadi sosok yang memberikan perspektif di luar game. Sosok leader kedua dan partner diskusi Kuroky yang memang terkenal sangat cerdas dan berkharisma.

 

Selain nama-nama besar tadi, masih ada banyak nama lain seperti SunBhie coach untuk Team Secret, Kips yang saat ini menjadi analyst untuk Vega Squadron, ataupun 7ckngmad, meski OG belum bermain maksimal, namun ia tetap jadi salah satu coach terbaik karena berhasil membawa OG ke 4 Major.

Di antara nama-nama di atas, siapa yang paling siap membawa tim mereka bermain maksimal di musim ini?

Diedit oleh: Yabes Elia

Written by Rudi Hartanto

Providing fresh insights and unique perspective in my piece(s).
Esports Historian. For discusion feel free to follow on twitter : @therudihartanto.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Loading…