in

Mineski Undur Diri dari GESC: Thailand Sebagai Bentuk Protes

Image Courtesy: Mineski Pro Team

14 April 2018 yang lalu, Mineski yang mungkin saat ini paling layak disebut sebagai tim Dota 2 nomor 1 di Asia Tenggara memberikan pernyataan keras terkait penyelenggaraan GESC serta mengundurkan diri dari ajang GESC: Thailand Minor.

Melalui laman Twitter-nya, mereka mengumumkan bahwa mereka mengundurkan diri dari kualifikasi GESC karena 2 alasan:

  1. Jadwal yang padat karena turnamen Major
  2. Berdiri teguh pada pendiriannya menentang organisasi yang bias

Mineski memang sudah kedua kali ini mengkritik GESC. Bulan lalu, organisasi SEA ini juga menyerukan protes keras terhadap GESC yang kala itu dalam gelaran GESC: Indonesia Minor.

Sebelumnya, Mineski memprotes perubahan jadwal kualifikasi Asia Tenggara dan perubahan format kualifikasi yang telah diumumkan sebelumnya. Padahal perencanaan jadwal tadi dibuat agar tidak bertabrakan dengan jadwal Major.

Tim mereka yang telah diberi tahu beberapa minggu sebelumnya telah menjalankan bootcamp secara khusus di Bangkok. Tim asal Filipina ini juga telah menginvestasikan uang dan waktu untuk mempersiapkan pertandingan-pertandingan kualifikasi.

Kala itu, tak hanya Mineski, TnC juga mengutarakan kekecewaan mereka dan mengatakan, “membatalkan turnamen / kualifikasi 1 hari sebelum jadwal yang telah ditentukan sangat tidak profesional.”

mineski dac 2018
Image credit: Dota2.com.cn

Mineski yang baru saja menjadi juara Major untuk DAC 2018 mungkin memang sudah tak lagi punya banyak waktu luang mengingat mereka harus banyak mengejar turnamen Major dan mungkin memang sudah tak perlu lagi pusing-pusing berurusan dengan turnamen kelas Minor.

Tim yang disponsori oleh AirAsia ini akan berpartisipasi pada ajang EPICENTER XL tanggal 27 April 2018 nanti, MDL Changsa Major di 14 Mei 2018, dan ESL One Birmingham pada 23-27 Mei 2018.

esl one birmingham
image credit: dbltap

Apakah kalian setuju dengan sikap Mineski? Apakah memang penyelenggara turnamen tidak seharusnya mengubah jadwal sesuka hatinya?

Saya pribadi merasa mereka memang sudah berbeda kelas saja sebenarnya. Tak perlu lagi mengurus 150 DPC poin dan hadiah ‘recehan’ karena mereka sudah terbukti lebih pas di sebut tim kelas Major.

Walau memang, mengubah jadwal yang telah diumumkan sebelumnya terdengar sangat tidak profesional dan mengganggu jadwal padat tim-tim Dota 2 yang kelas internasional yang punya target segudang turnamen di berbagai negara berbeda.

Written by Yabes Elia

Memulai petualangannya di industri media sejak Desember 2008 saat bergabung dengan majalah T3 Indonesia. Pernah juga bermain dan belajar sebagai Managing Editor majalah PC Gamer Indonesia selama 5 tahun.

Follow me: twitter.com/Yabes_Elia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Loading…