in , ,

[TI8 Team Profile] Kembalinya Raksasa SEA, Mineski di TI8 Setelah Tujuh Tahun!

Mineski DAC 2018 - Image Courtesy: gameinside.ua

Mineski merupakan salah satu tim region SEA yang merasakan edisi pertama The International yang diadakan di Cologne, Jerman. Namun, butuh tujuh tahun untuk mengembalikan tim ini kembali ke turnamen termegah di Dota 2. Bagaimanakah peluang Mineski di TI8?

Reuni Iceiceice dan Mushi

Mushi mengalami masa-masa buruk bersama Fnatic setelah TI6 dan ia pun meninggalkan tim tersebut di Februari 2017. Dari sana, ia memutuskan untuk pindah di Mineski. Namun sayang, keberuntungan tidak berpihak kepada pemain asal Malaysia karena gagal menembus TI7 meski melakukan berbagai pergantian pemain.

Beruntung, Mineski masih percaya kepada kemampuan Mushi dan perubahan besar-besaran dilakukan dengan merekrut dua pemain Team Faceless, yaitu iceiceice dan Jabz.

Selain itu, mereka juga merekrut mantan pemain WG.Unity yaitu NaNa atau saat ini dikenal dengan Moon. Ninjaboogie yang merupakan pemain terlama di Mineski juga dipertahankan sebagai kapten.

Iceiceice dan Mushi sebelumnya pernah bermain bersama di Team DK dan tim yang juga diisi BurNing ini berhasil meraih peringkat 4 TI4. Namun setelah turnamen usai, keduanya memilih berpisah dengan tim. Mushi akhirnya bermain bersama Team Malaysia sedangkan iceiceice melanjutkan perjalanannya di region Cina dengan bergabung di Vici Gaming.

Menjelma Menjadi Tim Terkuat SEA Bahkan Dunia

Memasuki Dota Pro Circuit, Mineski langsung menjadi tim terkuat di SEA bahkan dunia dengan meraih peringkat kedua StarLadder i-League Invitational Season 3. Kejutan Mineski berlanjut dengan menjadi juara di PGL Open Bucharest dengan mengalahkan LGD Gaming yang saat ini menjadi PSG.LGD.

Sejak saat itu, Mineski menjadi tim yang wajib dikalahkan tim SEA lain jika ingin lolos ke main event turnamen Dota Pro Circuit. Berkat prestasinya tersebut, mereka beberapa kali mendapat direct invite ke berbagai turnamen DPC.

Sayang, penampilan mereka menurun seusai Captain Draft 4.0. Mereka bahkan gagal di tiga turnamen DPC berturut-turut yaitu ESL One Genting, ESL One Katowice, dan Bucharest Major. Tentunya mereka terancam gagal lolos ke TI8 jika mereka tidak melakukan perubahan besar.

Mineski sebenarnya menyadari hal tersebut dengan mencari pelatih baru. Akhirnya, mereka merekrut 71 pada Januari 2018. Sebelumnya ia pernah melatih Mushi dan iceiceice saat masih bersama Team DK.

Meski mendatangkan pelatih ternama, mereka butuh dua bulan untuk membuat Mushi dan kawan-kawan kembali ke jalan seharusnya dengan berhasil menjuarai Dota 2 Asia Championship 2018. Hasil tersebut membawa mereka lolos langsung ke TI8 tanpa perlu bertarung di kualifikasi regional berkat raihan peringkat kelima Dota Pro Circuit.

Perubahan Gameplay Sejak Kedatangan 71

mineski dac 2018
Mineski menjadi juara DAC 2018

“Kami tahu, kami akan bubar jika kami tetap bermain buruk. Kami mencoba membalikkan keadaan dengan kedatangan 71. Ia mungkin tidak pernah memainkan Dota sepanjang hidupnya namun ia memahami game dengan cara yang unik” kata Ninjaboogie saat interview di EPICENTER XL bersama VPesports.

Sebelum kedatangan 71, Mineski memainkan pola permainan yang sangat agresif dengan memainkan hero-hero combo dan bisa menciptakan kerusuhan sejak early game.

Moon lebih banyak memainkan Puck dan Mirana. Jabz memainkan Clockwerk, Tusk, dan Earth Spirit. Sedangkan iceiceice menjadi sosok penting dalam permainan Mineski yang agresif sejak awal dengan memainkan hero seperti Timbersaw, Monkey King, Visage. Bahkan ia sempat mempopulerkan Winter Wyvern menjadi offlaner mengerikan.

Hero-hero iceiceice yang dipakai di pertandingan profesional
Sumber: Dotabuff

Tentu saja perubahan meta terjadi di Dota Pro Circuit semenjak kehadiran patch baru setiap dua minggu sekali. Namun gameplay Mineski berubah menjadi lebih orientasi ke teamfight dan fokus ke objektif dengan kehadiran 71.

Moon saat ini terlihat lebih banyak memainkan Death Prophet dan Dragon Knight. Jabz lebih ke arah team fight dan saat ini sering memainkan Naga Siren dan Sand King. Iceiceice? Ia tetap diberikan hero-hero agresif mengingat 71 bisa memaksimalkan kemampuannya memainkan banyak hero yang bisa dimainkan di segala situasi.

Draft Mineski vs PSG.LGD di DAC 2018 Sumber: Dotabuff

Perubahan tersebut terbukti membawa hasil positif dengan berhasil meraih DAC 2018. Saat grand final, Naga Siren yang dimainkan Jabz berhasil menjadi kunci kemenangan Mineski. Ditambah lagi keunggulan Mushi dan kawan-kawan memiliki draft yang fleksibel dan role yang sering kali berpindah-pindah antara Mushi, iceiceice, dan Moon.

Perjalanan Mineski yang dimulai dari komunitas gamers di Filipina sampai akhirnya menjadi tim Dota 2 yang disegani di SEA bahkan dunia sangatlah panjang. Dari roster yang seluruhnya pemain Filipina sampai campuran pemain ternama SEA yang akhirnya membuat mereka kembali ke panggung terbesar di Dota 2.

Tidak mudah memang untuk Mineski untuk bisa membawa pulang aegis perdana untuk region SEA. Sepanjang sejarah TI, region SEA mencatat prestasi tertinggi di peringkat ketiga yang saat itu diraih Scythe Gaming saat TI1 dan Orange Esports di TI3. Kala itu, Mushi juga jadi salah satu pemain dari tim asal Malaysia tersebut.

Ditambah lagi tim-tim raksasa dari Eropa, Amerika, dan Cina siap menghadang Mushi dan kawan-kawan. Melihat mereka berhasil menjuarai DAC 2018, bukan mustahil juga kita bisa melihat tim asal SEA ini membawa pulang aegis perdana di region yang kita cintai ini.

Bagaimana menurut pendapat kalian?

Diedit oleh Yabes Elia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Loading…