in

LFY Rage Quit dari Captain’s Draft, Marah atau Frustasi?

Ada kejadian yang mengejutkan pada series antara LGD Forever Young melawan Newbee di CN Region Qualifier untuk minor Captain’s Draft 4.0

Pada Game 3 antara LFY (Radiant) dan Newbee (Dire). LFY yang tertinggal jauh dalam kill (4-16) tiba-tiba seolah mundur dari teamfight lalu Super, salah satu pemain mereka, mengetik “GG”, menyatakan menyerah dari game. Padahal saat itu tidak ada teamfight besar. Namun LFY memang bermain sangat buruk pada game itu dan terlihat tidak bermain sebagai unit.

Usut punya usut ternyata Xiao8, Coach dari LFY sempat menulis satu post di Weibo yang menyebutkan bahwa, pada game itu, para pemain LFY terlibat argumen dan juga suasana tim pada saat itu terlalu membingungkan dan penuh dengan emosi. Kondisi komunikasi tidak kondusif ini membuat mereka memutuskan untuk mundur dari game dan kalah melawan Newbee 2-1 dalam series ini.

LGD Inflame - LGD Super
Inflame (Kiri) – Super (Kanan) menyatakan menyesal karena masalah miskomunikasi dan juga ketegangan yang terjadi memaksa mereka gagal berangkat ke Washington untuk Captain’s Draft Minor.

Beberapa saat kemudian, cn Xie ‘Super!‘ Junhao dan cn He ‘InFlame‘ Yongzheng menulis di Weibo mereka masing-masing bahwa pada saat itu Super sedang dalam demam yang cukup parah sehingga tidak dapat mengontrol emosi, dan seluruh tim akhirnya bermain dengan penuh ketegangan. Super dan Inflame juga memohon maaf kepada seluruh fans, manajerial tim dan organizer.

Inflame menyatakan bahwa “Masalah komunikasi muncul dan tim gagal bermain maksimal, kami mohon maaf kepada fans, pihak manajer, dan organizer”

Kejadian ini terjadi di game 3 lower bracket series, sehingga membuat LFY harus gagal di qualifier mereka untuk Minor Captain’s Draft 4.0. Performa LFY yang mengejutkan di TI 7 justru gagal berlanjut ke musim ini. Ia yang sempat digadang-gadang sebagai “new wings” LFY justru harus bertekuk lutut ke banyak tim Tier 2 dari China.

Captain’s Draft sendiri menjadi salah satu minor yang cukup ramai diperbincangkan karena menggunakkan mode game berbeda dari kompetisi pada umumnya yakni Captain’s Draft bukan Captain’s Mode. Kompetisi Minor dengan sistem ini menarik karena tim professional sudah dapat memilih hero-hero yang tidak masuk Captain’s mode seperti Dark Willow, Pangolier dan bahkan Techies.

Diedit oleh Yabes Elia

Written by Rudi Hartanto

Providing fresh insights and unique perspective in my piece(s).
Esports Historian. For discusion feel free to follow on twitter : @therudihartanto.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Loading…