in

Keterlaluan! eLeVeN dan Keluarganya Dihina Hanya Karena Vici Gaming Tuai Hasil Negatif

Begitu buruk perlakukan yang ia dapatkan

Tidak bisa ditolak bahwa pada perhelatan Starladder i-League Invitational #3 kemarin, menjadi salah satu tempat terkuburnya tim-tim asal China. 2 Wakilnya, Newbee dan Vici Gaming benar-benar jauh dari kata sukses di Minor pertama dalam Pro Circuit DOTA 2 ini.

Keduanya bahkan harus menerima kenyataan pahit terbenam di dasar klasemen. Vici Gaming yang berada di grup A menerima kekalahan dari SG Esports dan Mineski. Dan Newbee yang berada di grup B kalah atas compLexity Gaming serta Team Secret. Tentunya, kekalahan dari SG Esports dan compLexity Gaming yang diterima masing-masing tim tidak bisa diterima begitu saja.

Sialnya untuk Vici Gaming terutama eLeVeN yang menerima hujatan begitu banyak di akun Weibo miliknya. Hujatan yang tidak masuk akal ini berakar dari bagaimana buruknya performa dirinya. Dari 2 pertandingan atau 4 game yang dijalani, ia mengemas death sebanyak 41 kali. Membuat beberapa orang bertanya-tanya mengapa bisa performa dirinya begitu drop semenjak pindah dari LGD Gaming.

Sayangnya, lebih banyak orang-orang yang menghina dirinya daripada yang penasaran mengapa hal itu terjadi. Dan sikap eLeVeN juga dianggap beberapa orang tidak terlalu bijak saat menanggapi para haters ini. Ia juga tidak meminta maaf atas buruknya performa yang ia tampilkan kemarin.

“Eksekusimu terlalu menyakitkan untuk dilihat. Seperti kau tidak pernah bermain setelah hengkang dari LGD. 41 death di empat game, aku tak tahu apa yang kau lakukan,” ujar seseorang.

“Inilah pertama kalinya aku melihat seseorang yang tidak dapat menerima saat ia disalahkan setelah performa buruknya. Jangan bilang kau tidak tahu betapa buruknya dirimu. Tentu, ok saja jika benci pada para “betting dogs”, tapi itu tidak membantah fakta bahwa kau bermain buruk. Simpelnya, kau tidak sebaik yang lain,” timpal orang lain.

Istilah betting dogs sendiri adalah istilah yang mengacu pada mereka yang kalah saat melakukan bet.

Respon yang diberikan eLeVeN memantik emosi baru bagi para pembaca tulisannya, “Aku benar-benar tak mengerti sebagai pemain profesional. Apakah aku tidak boleh kalah di sebuah pertandingan? Bisakah kalian para betting dogs untuk pergi dari Weibo-ku? Apakah aku memaksa kalian untuk memasang bet tersebut? Aku memang kalah dan bermain buruk, namun apakah kalian berhak menghina keIuargaku?”

Memang di beberapa hinaan yang begitu banyak, terdapat hinaan yang mengarah ke keluarganya. Nahkan sang istri juga ikut berkomentar. “Satu kesalahan seharusnya tidak mengarah ke keluarga, istri, atau anaknya. Bagaimana mungkin tidak ada yang paham tentang logika simpel ini? Siapa yang dapat menerima saat keluarha dan anaknya dihina? Menghina diriku juga. Ok, aku menyerah…”

Bagaimanapun juga, sikap para penghujat ini tidaklah baik untuk ditiru. Apalagi sampai membawa keluarga si pemain. Di sisi lain, teman satu timnya yaitu Fenrir mendapatkan respon lebih baik. Meskipun dibanjiri komentar di akun Weibo-nya, namun di sana suasana lebih damai dan memberikan semangat padanya.

Written by Higsweart Benetz

Cinta luar angkasa. Bermimpi jadi Astronaut. Hidup untuk menulis. Lantas membaca apapun dengan nada. Rutin mencium harumnya combo Nasi Goreng dan Air Putih. Dan mencari apapun yang berwarna biru.

In love with Aimer, Ailee, and Raisa. Also Chelsea FC, Boston Celtics, and Team Secret.

Share the day after day on Instagram @higs44.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Loading…