in , ,

[TI8 Team Profile] Invictus Gaming di TI8: Merajut Asa Juara di Tengah Minimnya Prestasi

[TI8 Team Profile] Invictus Gaming di TI8: Merajut Asa Juara di Tengah Minimnya Prestasi. Sumber: Valve

Invictus Gaming dikenal sebagai salah satu tim raksasa Dota 2 China yang menjadi juara saat The International 2012.

Namun paska selesainya TI7, performa tim ini bisa dibilang menurun bahkan hampir tidak pernah terdengar lagi sampai akhirnya mereka berhasil lolos ke The International 8.

Akankah mereka mampu melangkah lebih jauh meski dengan penampilan yang terbilang pas-pasan pada musim 2017/18 ini?

Menurun Drastis Tanpa BurNing

Xu “BurNIng” Zhi Lei memperkuat Invictus Gaming. Sumber: EPICENTER

Tidak bisa dipungkiri Invictus Gaming mampu menjadi salah satu tim yang mendapatkan direct invite TI7 berkat andil seorang BurNing. Saat itu mereka mampu menjadi juara di DAC 2017 dengan mengalahkan OG di babak final dengan skor 3-0.

Bahkan mereka masih mampu meraih prestasi lumayan seperti juara 3-4 di Kiev Major dan StarLadder i-League Invitational Season 2.

Xu “BurNIng” Zhi Lei memperkuat Invictus Gaming. Sumber: Dota 2 Asia Championship.

Momen yang membuat penulis kagum melihat penampilan BurNing adalah ketika ia berhasil membawa IG comeback dengan memakai Anti Mage saat bertemu OG di Kiev Major.

Meski iG sangat kesusahan di awal, namun BurNing dengan Anti Mage menghabiskan hampir 40 menit untuk farming. Bayangkan kalau di pub match, mungkin kalian sudah di-report satu tim karena farming terus menerus.

Namun keputusan IG membiarkan BurNing farming ria berbuah manis dengan Anti Mage yang mampu membalikkan keadaan dan akhirnya berbuah kemenangan untuk iG.

Saat itu Anti Mage berhasil mencatat 1K GPM. Sampai saat ini, ia tercatat sebagai peringkat lima tertinggi untuk GPM tanpa memakai Alchemist menurut Datdota.

Terganjal Masalah Visa, AdmiralBulldog Resmi Melewatkan The International 8 di Kanada

Perjalanan IG saat TI7 juga lumayan dengan meraih empat besar saat group stage yang membuat mereka berhak ke upper bracket.

Secara mengejutkan mereka mampu mengalahkan Team Liquid dengan skor 2-1. Sayang mereka harus turun ke lower bracket setelah dikalahkan Newbee dan akhirnya disingkirkan dari TI7 oleh LGD Gaming.

Catatan turnamen yang diikuti IG setelah TI7 usai
Sumber: Liquipedia Dota

Setelah TI7 usai, BurNing memutuskan untuk tidak aktif dan digantikan oleh GazeOD/END, mantan pemain EHOME dan Vici Gaming Reborn. Namun sayang, keputusan merekrut dia tidak berbuah manis dengan tidak pernah satupun lolos di ajang Dota Pro Circuit sejak kedatangannya.


Momentum Reuni Antara Agressif dan Q

Pergantian pemain sebenarnya dilakukan dengan pertukaran Op, Midlaner iG dengan Super, pemain LGD.Forever Young.

Namun pertukaran pemain tersebut tidak bertahan lama dan Super akhirnya kembali ke LFY. GazEoD akhirnya pindah ke Sun Gaming dan IG memilih memasukkan Agressif, mantan pemain VGJ dan Srf, mantan pemain IG.Vitality.

Agressif saat mengikuti MDL Changsha Major Sumber: Mars Media

Perpindahan kedua pemain ini berakibat perubahan posisi pemain. Xxs yang sebelumnya berposisi sebagai Offlaner, pindah posisi menjadi midlaner. Sedangkan Srf mengisi posisi yang ditinggalkan Xxs. Agressif bermain sebagai Carry dan duet Support masih diisi BoBoKa dan Q.

Uniknya, Agressif reuni dengan Q yang juga kapten IG. Kedua pemain ini pernah bermain bersama di CDEC Gaming. Kamu yang mengikuti Dota 2 sejak lama pasti mengetahui tim ini. CDEC secara mengejutkan berhasil menjadi juara kedua di TI5 meski harus bermain dari babak wild card.

Invictus Gaming di MDL Changsa Major 2018. Sumber: MDL

Namun sayang kedua pemain ini harus berpisah ketika Agressif memutuskan pindah ke LGD Gaming di Februari 2016 sedangkan Q memilih bertahan sampai akhirnya ia direkrut oleh IG pada September 2016.

IG akhirnya bisa bermain di Dota Pro Circuit yaitu di DAC 2018 setelah mereka mendapat direct invite berkat raihan juara di DAC edisi sebelumnya. Sayang, mereka tidak terlalu bermain bagus dengan harus puas meraih posisi 9-12.

Invictus Gaming pada tahun 2017 lalu.

Setelah turnamen tersebut, mereka hampir lolos ke main event ESL One Birmingham namun dikalahkan oleh LFY.

Akhirnya, mereka kembali tampil di turnamen DPC setelah mereka berhasil meraih juara 4 di Dota2 Professional League Season 5 sekaligus meraih slot di MDL Macau. Namun hasil mengecewakan kembali diraih setelah harus puas meraih peringkat 9-10.

BACA JUGA: [TI8 Team Profile] Adakah Keajaiban Resolut1on untuk VGJ Storm di TI8?

Meski meraih hasil yang mengecewakan, IG memilih setia dan tetap percaya terhadap roster-nya yang membuat mereka menjadi satu-satunya tim yang mendapat direct invite regional qualifier.

Langkah mereka menuju TI berjalan cukup dramatis dengan berhasil meraih peringkat keempat di group stage lewat tiebreaker.

Sumber: Liquipedia Dota

Saat babak playoff, IG bermain cukup baik dengan berhasil menang dari For The Dream dengan skor 2-0. Meski sempat turun ke lower bracket karena dikalahkan oleh Team Serenity namun mereka bisa lolos ke TI8 setelah mengalahkan LFY.

invictus gaming dota 2 ti8
Invictus Gaming tim utama lolos dan mendapatkan tiket ke TI8.

IG sendiri memilih untuk berfokus untuk latihan dan scrim dengan tim lain dibandingkan tim-tim lain seperti Evil Geniuses atau OpTic Gaming yang mengikuti turnamen yaitu Dota Summit 8 sebagai pemanasan sebelum TI.


Kembali Mengandalkan Dragon Knight dan Leshrac?

Semenjak kedatangan Srf dan Agressif, IG memiliki statistik yang tidak terlalu buruk dengan meraih 38 kemenangan dari 68 pertandingan. Namun kelemahan dari IG adalah mereka tidak mempunyai hero pool yang luas

Sumber: Dotabuff

Terlihat semenjak kedatangan kedua pemain ini, mereka hanya mengambil 69 hero saja. Sand King menjadi hero yang paling banyak diambil sebanyak 22 kali. Selain itu ada Dragon Knight dan Leshrac menjadi hero terbanyak kedua dan ketiga yang diambil oleh IG.

Sumber: Dotabuff

Bahkan ketika regional qualifier TI8, IG lagi-lagi mengambil Dragon Knight dan Leshrac sebagai hero andalan mereka di kualifikasi. Leshrac yang biasanya diambil oleh Q, BoBoKa, dan Xxs mempunyai paket komplit yang bisa disable, push, dan juga mempunyai nuke yang mematikan.

Sedangkan Dragon Knight menjadi hero andalan Xxs selama regional qualifier TI8 dan mempunyai catatan bagus dengan meraih 80% kemenangan. Xxs terlihat selalu membeli Black King Bar dan Blink Dagger sebelum menit 20 ketika memakai DK dan disusul dengan item late game seperti Mjollnir, Assault Cuirass, dan Heart of Tarrasque.

Dengan patch dan META yang terus menerus berubah, mau tidak mau IG harus menyesuaikan atau mereka akan tertinggal dengan tim-tim lainnya. Tidak hanya memiliki hero pool yang tidak terlalu banyak, IG bisa menuju TI dengan catatan yang kurang meyakinkan.


Kabar baiknya, BurNing kembali ke IG sebagai pelatih tim. Menarik untuk dilihat bagaimana debutnya sebagai pelatih tim. Ditambah lagi, tiga pemain IG saat ini juga menjadi rekannya saat TI7 dan bisa menjadikan masukan tambahan terutama saat drafting yang masih memperbolehkan pelatih untuk bersama pemain.

China Legend, BurNIng Ambil Alih Posisi Pelatih Utama di Invictus Gaming Selama The International 8

Akankah kehadiran BurNing mampu membawa IG bisa meraih hasil yang lebih baik? Atau IG justru tenggelam di tengah persaingan tim-tim lain? Bagaimana pendapat kamu?

Diedit oleh Yubian A. Huda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Loading…