in

Fnatic Era EE-Sama Terpuruk, Apa yang Salah?

Fnatic Era EE-Sama memang bisa dibilang begitu terpuruk. Tim Inggris yang berbasis di Malaysia ini sepertinya belum bisa bangkit dari masa-masa terpuruk. Mencoba melakukan perombakan cukup besar, nyatanya Fnatic masih stagnan. Bahkan bisa dibilang, belum ada hasil nyata sejak masuknya nama-nama kondang seperti EternaLEnVy, Xcalibur, juga pieliedie selepas The International 2017 beberapa waktu lalu.

Fnatic terakhir kali meraih hasil positif adalah pada The International 2016, yang mana mereka berhasil melangkah cukup jauh. Menempati posisi 4, meninggalkan jauh tim-tim asal SEA lainnya. Pencapaian itu bahkan saat tim ini masih dipimpin oleh seorang Mushi.

Banyak hal yang coba dilakukan Mushi untuk menaikkan performa tim, seperti saat itu mendatangkan InYourdreaM. Sayangnya, hasil kurang maksimal bertubi-tubi datang dan akhirnya membuat Mushi mundur dari tim. Di situlah keterpurukan Fnatic berlanjut sampai detik ini.

Terlihat masalah utama dalam tim adalah tidak adanya leader yang mampu memimpin tim. Selepas Mushi mundur memang kepemimpinan diserahkan kepada DJ. Namun dengan skuad muda, sepertinya leadership dari seorang DJ masih perlu diasah.

Lantas, pada awal musim ini dengan masuknya 3 pemain yang disebutkan sebelumnya, sepertinya permasalahan tersebut bisa sedikit terselesaikan. EternaLEnVy bukanlah leader yang buruk, ia memiliki pengalaman yang baik selama ini. Bahkan mampu memimpin tim setelah keluar dari Team Secret.

Kemungkinan terbesar gagalnya tim ini untuk bangkit adalah mereka masih butuh waktu untuk beradaptasi. Apalagi, ketiga pemain baru tersebut baru pertama kali bermain kompetitif di SEA.

Hal-hal lain seperti permasalah bahasa juga bisa sedikit menghambat proses adaptasi mereka.

Sepertinya kita harus lebih bersabar untuk melihat Fnatic kembali ke performa terbaiknya. Di saat bersamaan, Mushi seolah membuktikan diri bukan dirinya masih salah satu legenda hidup terbaik di SEA. Bergabungnya ia bersama Mineski ternyata berbuah manis, sukses menjadi runner-up di Starladder i-League Invitational #3 dan jawara di PGL Open Bucharest membuat Mineski saat ini memimpin perolehan poin dalam Pro Circuit DOTA 2.

Image courtesy by RedBull

Fnatic sendiri, harus gugur lebih cepat di pagelaran Major pertama yaitu ESL One Hamburg 2017. Ia harus harus menerima kekalahan dari Newbee dan Evil Geniuses.

Roster Fnatic saat ini:

Canada EternaLEnVy
Sweden Xcalibur
Malaysia Ohaiyo
Philippines DJ
Sweden pieliedie

Written by Higsweart Benetz

Cinta luar angkasa. Bermimpi jadi Astronaut. Hidup untuk menulis. Lantas membaca apapun dengan nada. Rutin mencium harumnya combo Nasi Goreng dan Air Putih. Dan mencari apapun yang berwarna biru.

In love with Aimer, Ailee, and Raisa. Also Chelsea FC, Boston Celtics, and Team Secret.

Share the day after day on Instagram @higs44.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Loading…