in

Dari Tim Underdog sampai Kutukan Hero META, Berikut Fakta Menarik Kualifikasi Indonesia Minor!!

Kualifikasi Indonesia Minor bisa dikatakan unik jika dibandingkan dengan yang lain. Selain salah satu kualifikasi turnamen minor dari Valve, turnamen ini menyajikan delapan tim terbaik Indonesia yang memperebutkan satu slot untuk menjadi perwakilan di Indonesia Minor.

Kompetisi ini tentunya jadi kesempatan langka untuk tim Indonesia. Mengingat persaingan region SEA yang ketat, sejauh ini hanya ada tiga tim SEA yang pernah lolos ke main event Dota Pro Circuit yaitu Mineski, TNC, dan Fnatic.

Selain itu, ternyata kualfikasi ini menyimpan berbagai cerita menarik yang bakal saya bahas di fakta-fakta menarik kualifikasi Indonesia di Indonesia Minor.

Kembalinya Final Best of Five

Sejak saya memulai menjadi penulis esports sekitar akhir 2016, saya sangat jarang melihat pertandingan final dengan memakai format best of five di Indonesia. Kebanyakan turnamen lokal memakai best of three saat final.

Hal itu juga diakui oleh caster Dota Indonesia, Gisma “Melon” Priayudha. Meski sampai larut malam dan bikin capek, menurutnya final best of five menjadi final ideal dan kompetitif. “Apalagi ini menjadi penentuan siapa wakil Indonesia” katanya.

Anomali Hero META?

Kualifikasi Indonesia seakan menjadi kutukan bagi beberapa hero yang justru menjadi META. Contohnya, Gyrocopter hanya menang satu kali dari sembilan pertandingan!!

Contoh lainnya ada Puck yang menang satu kali dari tujuh pertandingan. Bahkan Disruptor hanya menang tiga kali dari dua belas pertandingan. Sand King yang menjadi hero yang paling sering diambil hanya menang delapan kali dari tujuh belas pertandingan.

Namun berbeda dari Gyrocopter, Tiny justru menang tujuh kali dari sepuluh pertandingan. Selain itu ada Shadow Fiend dan Ancient Appration yang sama-sama menang enam kali dari sepuluh pertandingan.

Tentu ini membuktikan bahwa strategi tim Dota Indonesia dalam pemakaian hero semakin bervariasi dari hari ke hari.

Match Tercepat dan Terlama Selama Kualifikasi

Rusman dan R7 sukses membawa RRQ lolos ke playoff Indonesia Minor
Sumber : Fanpage RRQ

Di kualifikasi Indonesia ini, match tercepat terjadi saat RRQ melawan Alter Ego yang memakan waktu 16 menit 59 detik. RRQ sendiri bermain sangat mendominasi saat itu dan membuat Alter Ego hanya mendapatkan satu kill.

Anehnya, match terlama terjadi saat pertandingan RRQ dan Alter Ego di final yang memakan waktu 67 menit 29 detik yang dimenangkan oleh Alter Ego.

Alter Ego seakan menjadi tim spesialis late game yang sukses memenangkan semua pertandingan sebanyak tiga kali saat game mencapai lebih dari 60 menit.

Bangkitnya Tim Kuda Hitam Dota Indonesia

Sumber : Alter Ego Fanpage

Kualifikasi Indonesia membuktikan bahwa perjalanan tim raksasa tidak semulus yang diperkirakan banyak orang. Contohnya, kehadiran Alter Ego yang sukses sampai final.

Permainan yang sabar, kompak, dan mampu membalikkan keadaan menjadi bukti bisa mengalahkan tim raksasa seperti BOOM.ID, TP.NND, bahkan sempat membuat RRQ menunda lolos ke babak playoff.

NMM, pemain yang sampai sekarang di Pandora Esports

Tim lainnya yang patut diperhitungkan adalah Pandora Esports. Walau mereka gagal lolos ke babak playoff. Permainan mereka saat memakai Anti Mage membuat TP.NND harus mengakui keunggulan mereka.

Ditambah lagi mereka juga mampu mengalahkan RRQ di game kedua berkat kehadiran Abaddon dan Juggernaut yang sukses membuat mereka comeback.

Semoga saja nanti RRQ yang berhasil lolos akan kembali membuat kejutan karena sekarang mereka yang menjadi tim kuda hitam di antara tim-tim luar Indonesia yang berlaga.

Diedit oleh Yabes Elia

What do you think?

0 points
Upvote Downvote

Total votes: 0

Upvotes: 0

Upvotes percentage: 0.000000%

Downvotes: 0

Downvotes percentage: 0.000000%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading…