in ,

Menilik Potensi EVOS Bersama Sang Pelatih, Lionheart di ESL One Hamburg 2018

Sumber: ESL

Setelah kabar menyenangkan dari tim EVOS Esports yang melaju ke ESL One Hamburg 2018. Tidak lengkap rasanya bila belum menilik peluang dan kekuatan EVOS Esports menuju perhelatan akbar di tanah Jerman tersebut.

Tim berlogo macan putih ini menjadi perbincangan setelah TNC Predator mundur dari ajang tersebut. Lantas, EVOS Esports sebagai runner-up kualifikasi menggantikan posisi yang ditinggalkan dan melaju ke main event di Barclaycard Arena.

evos dota2 esl hamburg 2018
Sumber: ESL

Tak butuh waktu lama, ESL selaku penyelenggara mengumumkan pembagian grup dari 8 tim yang bertanding di Hamburg, Jerman tersebut. Terbagi ke-2 grup, EVOS Esports wakili Indonesia melawan tim-tim top Dota 2 level internasional.

Berikut jajaran grup di ajang ESL One Hamburg 2018:

Grup A:

  • Evil Geniuses
  • Mineski
  • Vici Gaming
  • paiN Gaming
  • Team Secret
  • Alliance

Grup B:

  • Virtus.pro
  • Forward Gaming
  • Ninjas in Pyjamas
  • Team Aster
  • EVOS Esports
  • compLexity Gaming
Sumber: ESL

Namun bukan membahas grup secara keseluruhan, RevivalTV membawa opini sang pelatih EVOS Esports divisi Dota 2, Kristiawan Eko “Lionheart” Susilo di ajang tersebut. Lalu bagaimana opini sang pelatih mengenai langkah EVOS di grup B?

“Yang pasti ada beberapa hal yang kita lebih persiapkan di ESL (One Hamburg) tahun ini. Salah satunya kita akan dibantu seorang analis, karena EVOS belum pernah tahu gameplay, pemain dan karakterisitk permainan dari server lain.

evos dota2 esl hamburg 2018
Sang pelatih EVOS, Lionheart (dua dari kiri). Sumber: Kristiawan “Lionheart” Eko

Jadi mungkin bisa lebih membantu dengan hadirnya seorang analis. Kalau strategi khusus, kayanya tidak ada, mungkin hanya penguatan laning, balancing draft, sama gerakan-gerakan tim yang lebih di-improve aja.”

Selain itu Lionheart menambahkan dari segi persiapan tim sendiri. “Jujur kita (EVOS) masih belum ada persiapan sampai lawan-lawan yang di (grup) ESL itu, sembari menunggu analisnya juga. Soalnya kita masih fokus di King’s Cup: SEA yang sedang dijalani.

Mungkin nanti kalau udah di sana baru fokus ke ESL-nya, visa kita juga baru dapet kepastian hari Sabtu (22/10/18) kemarin. Jadi belum mikir muluk-muluk, jalani dulu apa yang ada, hahaha.” Ucap sang pelatih.

EVOS Dota 2. Sumber: EVOS Esports

Namun dengan lawan yang terbilang di atas kertas terkait prestasi, bagaimana potensi EVOS Esports di mata sang pelatih. “Sama-sama punya mata, tangan, kaki, jadi saya kira masih sama-sama punya peluang.

Ga ada unggulan, sama-sama semuanya berpeluang. Kita ga menargetkan sesuatu, cuman lakukan yang terbaik aja.

Kalau emang kita layak, ya lolos, kalau ga lolos ya berarti belum layak. Intinya sih melakukan yang terbaik aja, haha,” ucap rasa optimis sang pelatih.

Image Credit: EVOS Esports

Setelah melihat potensi dan kehadiran seorang analis. Lantas, bagaimana kendala dan perbedaan tampil di ajang ESL One Hamburg 2018. “Belum ada (kendala), ya kita cuma penasaran aja kalau kita ketemu tim dari tim top server lain.

BACA JUGA: Dari Dota 2 Sampai Starcraft II, Berikut Wakil Indonesia di Ajang WESG 2018!

Kalau (EVOS) lawan tim dari server lain pasti seru. Seumpamanya compLexity pake kick boxing, Team Aster pake kung fu, Virtus.pro pake karate, nah EVOS Esports pake pencak silat. Ya kalau ditemuin pasti seru sih, wkwk.”

Di sisi lain, EVOS Esports mampu hadir sebagai tim Indonesia pertama yang tampil di gelaran resmi ESL. Sebelumnya, hanya ada pemain Indonesia yang hadir di gelaran ESL, yaitu inYourdreaM dengan Fnatic di ESL One Genting 2017.

esl one hamburg 2018
ESL One Hamburg. Source: ESL One

Lantas, bagaimana rasanya tampil di ajang ESL One Hamburg 2018. Kehadiran EVOS pun bisa dikatakan sejajar dengan para peserta lain. “Rasa bangga sih udah jelas, pencapaian ini milestone tersendiri bagi kita.

Kaya suatu reward buat kerja keras kita, semua pemain, staf, dan manajemen EVOS. Ujung-ujung akhirnya pengen lolos The International 2019 nantinya, kalau bisa ya lewat DPC, wkwk.

Sumber: ESL

Intinya di tahun 2018 ini, EVOS ingin punya standar yang lebih baik (tinggi). Harapannya di ESL, selain mechanical dan knowledge in-game, kita juga dapet mentality in-game. Dulu saya sempat singgung, kekurangan pemain Indonesia itu rata-rata cuman mental.

Dari segi mechanical soalnya sudah setara, terlihat dari leaderboard. Itu objektif saya sebagai pelatih EVOS saat ini.” Tutup Lionheart di sesi wawancara.

Pandangan Oddie Tentang Dominasi Pemain Dota 2 Indonesia di Top 10 Leaderboard SEA

EVOS Esports sendiri sudah resmi mengamankan visa dari seluruh pemain Dota 2-nya. Di sisi lain, ESL One Hamburg 2018 sudah akan menyelenggarakan pertandingannya, terhitung sejak 23 Oktober 2018 (babak grup) mendatang.

Dengan prizepool sebesar US$300,000, mampukah EVOS Esports mematahkan dan memberikan kejutan di ajang ESL One Hamburg 2018? Tentu rasa bangga tersimpan di benak para penggiat esports Dota 2 Indonesia, seperti kata pelatih Lionheart, mental para pemain EVOS akan diuji di ajang ini.

Beginner Content Writer. Esports for News and Life. Rise with Words.
Seeking the proper way to enjoy words in writing.

Chelsea FC fans, Virtus.pro fans and Tofu-Tempeh Eater.
For business inquiries: yubianasfar@yahoo.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Loading…