in

OpTic & AP Didiskualifikasi, ESL & PGL Tak Mengalah?

Menjadi sebuah tim esports profesional tentunya sudah harus siap menghadapi kemungkinan bermain dalam jadwal yang padat. Apalagi untuk game-game yang tidak memiliki waktu bermain yang pasti seperti MOBA, tentunya ini menjadi tantangan tersendiri.

Berbeda dengan sepakbola. Waktu bermain sudah pasti 2×45 menit diluar perpanjangan waktu, juga mereka memiliki pemain cadangan tau lapis kedua yang bsia dirotasi, jadwal yang sudah diatur sedemikian rupa sejak awal. Sedangkan tim esports MOBA berbeda 180 derajat, dengan waktu bermain yang tidak pasti, tidak ada pemain cadangan, dan jadwal bermain yang bisa sewaktu-waktu keluar.

Baca: Revival’s Special: 5 Mitos PC Gaming Esports!

Hal inilah yang akhirnya dialami oleh OpTic Gaming dan Animal Planet, yang mana ia harus rela didiskualifikasi oleh ESL setelah keterlambatannya mengikuti kualifikasi ESL One Katowice 2018. Kedua tim ini sebelumnya menghabiskan waktu bermain di kualifikasi PGL Open Bucharest 2018.

Sejak awal memang antara ESL dan PGL mengumumkan waktu kualifikasinya yang bersamaan, berpotensi memicu konflik bukan hanya antara keduanya namun juga pada tim-tim yang tidak mendapatkan undangan langsung. Pertanyaan “turnamen manakah yang akan kami ikuti?” tentunya mengisi benak setiap tim.

Dan kedua tim ini mengalami masa yang berat saat mereka mau tak mau harus menjalani 6 game secara beruntun di kualifikasi PGL Open Bucharest, mereka harus terlambat untuk bermain di kualifikasi ESL One Katowice.

Terlambat selama 35 menit, tentunya hal ini sudah melanggar peraturan dari ESL sendiri.

“Each team has 15 minutes to show up to a match. (Match date +15 minutes). Showing up after 15 minutes result in a default loss. The team that is waiting must open a protest ticket in order to request the default win.”

Beberapa tweet di bawah ini menunjukkan betapa kecewanya mereka bukan hanya pada ESL, namun juga pada PGL yang mana keduanya tidak berusaha untuk melakukan penjadwalan ulang.

Dengan cepat drama ini menyebar, bahkan membuat Vice President Product ESL yaitu Ulrich “theflyingdj” Schulze sendiri turun tangan lewat sebuah thread di Reddit. Menurutnya, hal ini wajar saat organizer memutuskan hal ini di saat genting meningat acara harus tetap berlangsung. Namun melihat situasi yang cukup parah, ia berjanji tim admin akan berdiskusi untuk memecahkan masalah ini.

“There has not been a final decision yet, our admin team is getting together today to discuss this.

Optic and AP were 35 minutes late, and I want everyone to remember that our qualifiers, including broadcast, admin staff and all other things necessary to run them, had been scheduled for a while before other organizers just scheduled over them. Yes, the qualifiers are problematic in this Pro Circuit, but the tone in this thread seems to convey all of this is our fault.”

Bukan hanya itu, ia juga membuat sebuah cuitan di Twitter.

Berkaca dari kejadian ini tentunya insiden seperti ini diharapkan tidak akan terulang oleh tim manapun yang bersemangat untuk berkompetisi namun dihadapkan pada keputusan sepihak.

Menurut kalian, apakah pantas jika kedua tim merasa kesal? Atau kalian berada di sisi ESL dan PGL di mana mereka hanya menjalankan babak kualifikasi mereka dan tim-tim yang berlaga harus bijak dalam memilih turnamen yang diikuti?

Written by Higsweart Benetz

Cinta luar angkasa. Bermimpi jadi Astronaut. Hidup untuk menulis. Lantas membaca apapun dengan nada. Rutin mencium harumnya combo Nasi Goreng dan Air Putih. Dan mencari apapun yang berwarna biru.

In love with Aimer, Ailee, and Raisa. Also Chelsea FC, Boston Celtics, and Team Secret.

Share the day after day on Instagram @higs44.

What do you think?

0 points
Upvote Downvote

Total votes: 0

Upvotes: 0

Upvotes percentage: 0.000000%

Downvotes: 0

Downvotes percentage: 0.000000%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading…