in

Kemeriahan GESC Indonesia Minor Ditutup dengan Kemenangan Mudah Evil Geniuses

Dokumentasi: Dian Pratama / RevivaLTV

Ajang kompetitif Dota 2 berlisensi Valve pertama kali di Indonesia, GESC Indonesia Minor, telah berakhir. Perjalanan singkat nan mudah dari Evil Geniuses pun berakhir dengan 150 DPC (Dota Pro Circuit) Point dan US$110K di kantong mereka.

Turnamen yang melibatkan 7 wilayah, Eropa, CIS, SEA, NA, Amerika Latin, Cina, dan Indonesia ini sepertinya memang terlalu mudah untuk tim sekelas Evil Geniuses. Terbukti, mereka tidak pernah kalah 1 game pun di ajang ini.

Perjalanan mereka juga terbilang singkat karena tak perlu melalui Qualifier. EG menjadi satu-satunya tim yang mendapatkan Direct Invite untuk mengikuti Indonesia Minor. Di Group Stage, EG sebenarnya bertemu dengan 2 nama yang cukup besar, Infamous dan Na’Vi – selain satu grup juga dengan perwakilan Indonesia, RRQ.

Dokumentasi: Dian Pratama / RevivaLTV

Jadi pemenang di grup A, EG pun langsung melenggang maju ke babak Semifinal. Mereka kembali lagi bertemu dengan Na’Vi yang melaju setelah mengalahkan Fnatic. Na’vi sebenarnya sempat memberikan secercah harapan bagi para fans nya ketika mereka memukul balik Fnatic..

Namun memang SumaiL dan kawan-kawan masih terlalu perkasa untuk perwakilan CIS tadi. Babak final pun malah jadi seolah anti-klimaks ketika EG bertemu VGJ.Thunder.

Menariknya, meski tampil dominan di ajang ini, EG mungkin masih harus berjuang keras jika ingin bertanding di ajang yang lebih bergengsi, Major misalnya. Pasalnya, di Indonesia Minor ini, 5 tim dengan perolehan DPC tertinggi hingga hari ini (18/03/2018) tidak ada yang turut bertanding.

Virtus.pro, yang sudah mengamankan slot pertama di The International 2018, Team Liquid, Team Secret, Newbee, dan Vici Gaming mungkin akan mampu memberikan perlawanan yang lebih sengit ke EG.

Dokumentasi: Dian Pratama / RevivaLTV

Kita tunggu saja aksi EG di ajang-ajang internasional lainnya dan apakah mereka mampu mengamankan tiket untuk bertanding di ajang Dota 2 paling bergengsi tahun ini untuk kembali mengulang keperkasaan mereka ketika menjuarai The International 2015.

Terlepas dari itu, GESC Indonesia Minor tetap saja penuh dengan kemeriahan dan menjadi pesta akbar bagi para pecinta Dota 2 dari Indonesia. Semoga saja, kemeriahan ini tak berakhir sampai di sini.

Dokumentasi: Dian Pratama / RevivaLTV
Dokumentasi: Dian Pratama / RevivaLTV

Semoga GESC Indonesia Minor ini benar-benar menjadi tonggak awal ajang kompetitif internasional Dota 2 di Indonesia seperti harapan CEO GESC, Oskar Feng. Semoga kelak akan ada Major atau bahkan The International yang bisa digelar di Indonesia.

Written by Yabes Elia

Memulai petualangannya di industri media sejak Desember 2008 saat bergabung dengan majalah T3 Indonesia. Pernah juga bermain dan belajar sebagai Managing Editor majalah PC Gamer Indonesia selama 5 tahun.

Follow me: twitter.com/Yabes_Elia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Loading…