in ,

Daftar Peserta TI8 Dota 2 Dari Direct Invite dan Sistem Qualifier

Dota 2 Cina Supermajor telah mengakhiri gelarannya dan menobatkan Team Liquid sebagai sang jawara. Berakhirnya turnamen tersebut sekaligus menutup rangkaian Dota Pro Circuit (DPC) untuk musim 2018.

8 tim dengan poin DPC tertinggi pun telah memastikan kursi untuk berlaga di gelaran kompetitif Dota 2 paling bergengsi, The International 8.

Berikut ini adalah daftar peserta TI8 Dota 2 dari jalur Direct Invite:

1. Virtus.pro

esl birmingham
Virtus.pro menjuarai ESL One Birmingham 2018. Source: ESL

Tim beruang kutub ini memang sedang panas-panasnya selama musim 2018. Mereka memastikan mendapatkan undangan pertama ke TI8 sejak awal bulan Maret 2018. Sampai penutupan klasemen DPC pun, mereka memimpin jauh di atas karena selisih 3000 poin dengan tim peringkat 2.

Untungnya, ini kita bicara soal Dota 2 yang dominasi tim di berbagai ajang sebelumnya bisa jadi tak berarti. Di sisi lain, Virtus.pro mungkin tetap saja jadi jagoan banyak orang untuk menjuarai TI8.

2. Team Liquid

team liquid dota2 supermajor
Team Liquid menjuarai China Dota2 Supermajor. Source: PGL

Team Liquid memang baru saja menutup kemenangan manis mereka atas tim beruang kutub tadi di kompetisi DPC terakhir. Namun, mereka sebenarnya telah mengamankan undangan ke TI8 sejak awal bulan Mei 2018.

Tim EU yang digawangi oleh KuroKy dan Miracle- ini juga jadi salah satu unggulan di T8 nanti. Pasalnya, mereka jugalah salah satu tim yang berpeluang paling besar mengalahkan si beruang kutub yang jadi unggulan pertama.

3. PSG.LGD

PSG LGD Epicenter XL
Image Courtesy: EPICENTER XL

Tim asal Tiongkok ini seolah melesat cepat setelah teken kontrak bersama dengan salah satu tim bola papan atas, PSG. Mereka pun langsung juara Major 2x berturut-turut, Epicenter XL dan MDL Changsa.

Menempati peringkat ketiga di klasemen akhir DPC musim ini, Ame dan kawan-kawan memang layak disebut-sebut sebagai tim paling mengerikan dari tanah Tiongkok.

4. Team Secret

Image Courtesy: ESL

Satu hal yang paling menarik dari tim asal Eropa di peringkat empat klasemen akhir DPC ini adalah mereka baru satu kali menang turnamen kelas Major di rangkaian DPC musim ini, yaitu DreamLeague Season 8. Selain itu, mereka juga mengantongi piala DreamLeague Season 9 plus Captain’s Draft 4.0.

Namun MidOne, Puppey, dan kawan-kawannya memang paling stabil performanya di musim ini, dibanding tim-tim Eropa lainnya.

5. Mineski

Mineski GESC Thailand
Image Courtesy: Mineski Pro Team

Setelah mendatangkan pemain legendaris sebagai pelatih, 71, di bulan Januari 2018, Mineski seolah mendapatkan wangsit. Namun demikian, jika kita berbicara soal tim SEA, mungkin memang Mineski lah yang paling layak disebut-sebut sebagai tim terbaik di kawasan ini, bahkan sebelum masuknya 71.

Mineski juga sempat mencetak rekor sejarah dengan menjadi tim SEA pertama yang menjuarai ajang Major di gelaran DAC 2018 setelah mengalahkan tim unggulan PSG.LGD di partai final.

6. Vici Gaming

Image Courtesy: ESL

Lebih unik dari Team Secret, ViCi Gaming bahkan belum pernah memenangkan satu turnamen Minor sekalipun di musim 2018 ini. Namun demikian, keberhasilan mereka meraih satu kursi sebagai tim undangan di TI8 berarti mereka juga berhasil mempertahankan performa mereka yang cukup stabil di musim ini.

Menariknya, dari posisi Vici Gaming sebagai tim dari kawasan Tiongkok, dominasi PSG.LGD tahun ini di sana memang sepertinya begitu mengerikan.

7. Newbee

Image Courtesy: Newbee

Newbee sempat memberikan kejutan saat mereka jadi juara di gelaran The International 2014. Mereka juga sempat diprediksi bangkit kembali setelah mengalahkan Liquid di ESL One Genting 2018.

Sayangnya, hal tersebut hanyalah harapan palsu semata. Namun begitu, tim yang diisi oleh satu pemain Australia, kpii, ini masih mampu memaksakan diri menanjak ke posisi 7 di klasemen akhir DPC musim ini.

8. VGJ.Thunder

Satu lagi tim asal Tiongkok yang langsung mengamankan kursi undangan ke TI8. VGJ.Thunder memang lebih tepat disebut-sebut sebagai tim papan tengah di berbagai gelaran kompetitif musim 2018 ini.

Meski begitu, satu hal yang menarik dari masuknya VGJ.Thunder ini adalah 4 dari 8 tim undangan TI8 berasal dari kawasan Tiongkok. Karena itu, bisa dibilang tim-tim Tiongkok mendominasi rangkaian DPC musim ini.

Namun demikian, apakah piala paling bergengsi Dota 2 tahun 2018 ini akan kembali lagi dikantongi oleh tim Cina seperti di tahun 2012 (Invictus Gaming), 2014 (Newbee), dan 2016 (Wings Gaming)?


Regional & Open Qualifier

Selain 8 tim tadi, masih ada lagi sejumlah tim yang bisa turut bertarung di TI8 lewat Regional Qualifier, yang akan digelar tanggal 18-25 Juni 2018. Berikut ini adalah pembagian slot dari 6 Regional Qualifier:

  • 1 tim dari Eropa. The Final Tribe, Kinguin, dan Kingdra telah mendapatkan undangan ke Regional Qualifier untuk kawasan ini.
  • 1 tim dari CIS. Vega Squadron dan FlyToMoon telah mendapatkan undangan ke Regional Qualifier untuk kawasan ini.
  • 2 tim dari Cina. Invictus Gaming telah mendapatkan undangan ke Regional Qualifier untuk kawasan ini.
  • 2 tim dari Asia Tenggara. Fnatic dan TNC Predator telah mendapatkan undangan ke Regional Qualifier untuk kawasan ini.
  • 3 tim dari Amerika Utara. OpTic Gaming dan Immortals telah mendapatkan undangan ke Regional Qualifier untuk kawasan ini.
  • 1 tim dari Amerika Selatan. Tidak ada tim yang telah mendapatkan undangan ke Regional Qualifier untuk kawasan ini.

Dari pembagian tersebut, berarti ada 10 tim yang akan masuk ke TI8 lewat jalur Regional Qualifier. Sedangkan untuk tim-tim peserta di Regional Qualifier yang belum mendapatkan undangan, mereka harus berebut kursinya terlebih dulu lewat Open Qualifier yang akan digelar tanggal 14-17 Juni 2018.

Jumlah Open Qualifier antar kawasan juga berbeda-beda. Namun satu hal yang pasti hanya juara dari Open Qualifier masing-masing yang berhak maju ke Regional Qualifier.

Kira-kira ada tim Indonesia yang akan masuk ke Regional Qualifier ga ya? Kami sempat menghubungi Melondoto dan Vellajave untuk menanyakan pendapat mereka tentang peluang Indonesia di Open Qualifier SEA nanti.

Namun keduanya sedikit pesimis dengan peluang tim-tim Indonesia karena berbagai sebab.

“IMHO, Indo bakal sulit tahun ini. Mendekati TI8 banyak pergantian roster. Tim di Indo lagi menerima keluarga baru / masih mencari keluarga baru. Apa lagi posisinya mepet banget sm Lebaran. Tapi ya semoga di bulan puasa yg penuh berkah ini pemain dapat “ilham” sehingga nanti pas lebaran mainnya bisa maksimal.” Ungkap Vella.

Sementara Melon berseloroh, “peluangnya besar sekali 99%… Sulit wkwkwkw.”

“Sementara di dunia esport terutama yang aku tau dari sosmed, (tim esports) pada cari sosial manager dan konten, belum ada tanda-tanda latihan yg di-publish di sosmed (ga tau lg diam-diam latian rutin), (ada juga) perubahan banyak di player dan coach.

(Saya) berharap dengan banyak perubahan player ini bisa dapet hasil maksimal, (namun) yang berpotensi adalah IYD dan Xepher (yang akan ikut Open Qualifier bersama TNC Tiger meski masih berstatus trial).” Jelas Melon.

Apakah kalian setuju dengan Melon dan Vella? Apakah mungkin tim Indonesia bisa lolos, setidaknya ke Regional Qualifier?

Written by Yabes Elia

Memulai petualangannya di industri media sejak Desember 2008 saat bergabung dengan majalah T3 Indonesia. Pernah juga bermain dan belajar sebagai Managing Editor majalah PC Gamer Indonesia selama 5 tahun.

Follow me: twitter.com/Yabes_Elia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Loading…