in ,

Daftar Pemain Profesional yang Bersaudara di Ajang Pertarungan Dota 2

Sumail ternyata punya kakak, ppd punya adik yang jago techies, dan Complexity Dota 2 ternyata isinya keluarga semua. Dota 2 memang esports yang mempunyai background story yang kuat, mulai dari para pemain yang masih bermain sejak era awal Dota 1, mereka yang datang dari Heroes of Newerth (HoN) atau justru pemain-pemain yang bermain karena sanak saudara mereka mengenalkan mereka ke Dota.

Siapa di sini yang mulai bermain game gara-gara dikenalkan oleh kakak atau adiknya? Pasti banyak. Tidak sedikit mereka yang mulai senang bermain game karena pengaruh dari orang-orang terdekat alias keluarga sendiri. Kebiasaan gaming keluarga yang dulu bergantung pada console dan living room entertainment belakangan ini mulai tergeser dengan game multiplayer yang bisa dilakukan lewat online, terutama melalui PC.

Banyak kisah pemain bersaudara yang saling mendukung dan akhirnya bermain hingga level professional.

Para pro gamers juga punya kisah tersendiri mengenai bagaimana hubungan persaudaraan mereka dengan orang-orang terdekat membuat mereka yang sebelumnya hanya bermain untuk bersenang-senang dan casual menjadi serius dan akhirnya berakhir menjadi pemain profesional. Kali ini RevivalTV secara khusus akan membahas para professional Dota 2 players yang mempunyai hubungan darah dengan pemain pro lainnya :

1. The Dagers – Peter “ppd” Dager & Alexander “RobotVice” Dager

Alexander Dager and Peter Dager
Peter dan Alex Dager (Kanan) – The Support Duo

Peter “PPD” Dager mempunyai seorang adik laki-laki bernama Alexander “RobotVice” Dager. Alex Dager dikenal sebagai Techies spammer dan juga Spirit player atau biasa memegang posisi 4; berbeda dengan Peter yang bermain posisi 5 atau Hard Support.

Alexander Dager saat ini bermain untuk Leviathan Rejects atau Alex sebelumnya mengikuti program militer di angkatan udara Amerika Serikat sebagai contract writer selama beberapa tahun. Alex merupakan salah satu sosok yang mempopulerkan Techies di Public Matchmaking Games pada tahun pertengahan 2015, yang juga jadi salah satu alasan mengapa di The International 2015 Techies menjadi hero yang populer, terutama di babak Main Event.

Alexander “RobotVice” Dager juga diakui sebagai “Guru Techies” untuk beberapa pemain pro pada saat itu, salah satu muridnya adalah rekan satu tim PPD di TI 5 Kurtis “Aui_2000” Ling. Aui_2000 menjadi salah satu player yang berkonsultasi kepada Alex secara personal di 2015, dan akhirnya Techies menjadi salah satu kartu rahasia EG dalam memenangkan TI 5.

Robotvice memang belum mempunyai nama sebesar PPD, dan masih membutuhkan waktu untuk menjadi seperti PPD. Namun melihat usianya yang lebih muda dan juga hero pool yang unik, Alex mempunyai potensi tersendiri untuk menjadi nama besar. Selain bermain untuk Leviathan Rejects, Robotvice saat ini sedang menyelesaikan studinya dan aktif streaming di Twitch.

Untuk mengikuti Alexander Dager, berikut tautannya: Twitter

Sebaliknya, kakak dari Alexander Dager tak lain dan tak bukan adalah TI 5 Champion, ppd. Peter “ppd” Dager, kapten dari OpTiC Gaming Dota 2 ini sempat mengambil break di musim 2016-2017, Menjadi CEO untuk Evil Geniuses dan beberapa kali mengisi panel dan analyst desk di event-event Dota 2 seperti DAC 2017,Summit 6 dan Summit 7, dan The International 2017. PPD memutuskan kembali dari break di awal musim 2017-2018 dengan membentuk squad baru yang akhirnya diakuisisi OpTiC Gaming.

2. Blomdin Brothers – Rasmus “Chessie” Blomdin & Linus “Limmp” Blomdin

Complexity Dota 2 : Band of Brothers (pic :gosugamers)

Chessie dan Limmp adalah duo yang sulit dipisahkan, bermain bersama sejak era Heroes of Newerth membuat mereka mempunyai chemistry dan sinergi yang luar biasa sebagai 2 Core Players.

Rasmus “Chessie” Blomdin dan Linus “Limmp” Bloomdin lahir dan tumbuh besar di Swedia, Limmp berusia lebih muda 3 tahun dari Chessie. Keduanya mulai masuk ke dunia pro gaming sejak era Heroes of Newerth yang kala itu menjadi salah satu game online yang besar di Swedia. Bersama 2 bersaudara lain yakni Kyle “swindlemelonzz” Freedman dan Zachary “ZFreek”  Freedman, Chessie dan Limmp menjadi nama besar di HoN.

stayGreen HoN Squad : Mynuts, Limmp, Kyle, Chessie, ZFreek. Salah satu squad dominan di HoN.

Chessie dikenal sebagai “God of HoN” pada saat itu karena skill dan juga kemampuannya untuk beradaptasi ke banyak posisi dan juga bermain dengan positive attitude. Pasalnya, tidak bisa dipungkiri, pada saat itu HoN dikenal sebagai game online yang penuh dengan trash talk (alias bacot), negative players, flaming dan juga berbagai kasus skandal dan kontroversi. Chessie dan Limmp menjadi 2 sosok yang dikenal sebagai “bersih” di masa HoN hingga pada akhirnya mereka melakukan transisi ke Dota 2 dengan mulus.

Bloomdin Brothers Bertahan di Complexity Gaming pada saat masa awal transisi mereka ke Dota 2. Namun karena kurangnya prestasi, North American Dota yang kurang stabil, dan tawaran menarik untuk membentuk All-Sweden-Team, Limmp memutuskan untuk kembali ke Swedia dan merintis squad baru, yang akhirnya diakuisisi oleh Ninjas in Pyjamas (NiP). Chessie sendiri pada saat itu harus dihadapkan dengan masalah kesehatan dan mengalami cedera serius yang membuatnya kehilangan motivasi dan mengalami kecemasan (anxiety) Chessie akhirnya memutuskan mengambil break dari competitive Dota 2 untuk beberapa waktu, dan hanya di-daftarkan sebagai sub untuk NiP.

Limmp mengisi role midlaner untuk squad Ninjas In Pyjamas Dota 2 pada 2015, Chessie yang dihadapkan dengann masalah kesehatan akhirnya hanya menjadi sub. Pada 2015 NiP Dota 2 sempat menunjukkan beberapa potensi dengan finish memuaskan yakni finish ketiga di ASUS ROG Dreamleague Season 3 dan memenangkan JoinDOTA MLG Pro League season 2, namun pada akhir musim 2015 mereka gagal lolos ke The International 2015 karena takluk di babak Qualifiers. Gagal ke TI, membuat NiP Dota 2 di-disband sementara.

Limmp sempat mengisi Alliance dan Chessie memutuskan untuk menjadi full time streamer untuk beberapa waktu sebelum bergabung dengan WanteD bersama PPD dan QO. Namun keduanya tidak menemukan sukses di tim masing-masing dan akhirnya memutuskan kembali bersama.

Complexity brothers kembali bergabung di September 2017.

3. The Freedmans – Kyle “Swindlemelonzz/Kyle/melonzz” Freedman & Zakari “Zfreek” Freedman

Kyle dikenal sebagai sosok yang sangat vokal sejak era Heroes of Newerth, ia tidak segan menyampaikan opininya dan juga berani untuk melakukan terobosan dan hal baru dalam hal gameplay, strategy dan role assignment.

Sementara ZFreek dikenal sebagai salah satu talenta support terbaik di North America, region yang dikenal kurang mumpuni dalam hal support players dan playmaking support. Kyle dan ZFreek adalah sosok ikon dari Complexity, bersama Complexity dari mulai era transisi squad mereka dari HoN ke Dota 2.

Kyle Freedman dan Zakari Freedman bermain DotA, Heroes of Newerth dan Dota 2. Mereka dikenal sebagai salah satu tim HoN paling dominan pada masanya, sempat bermain bersama pemain-pemain top HoN seperti PPD, Riser,Khezu, MoonMeander hingga MyNuts. Kelebihan dari Kyle “Swindle” Freedman adalah naluri kepemimpinan dan kemampuannya untuk mengenali kelebihan dan kekurangan dari suatu tim dan membangun tim berdasarkan informasi yang ia miliki.

Complexity Dota 2 pada 2016 saat masih bersama Handsken

Zfreek di sisi lain adalah sosok yang lebih santai namun mempunyai kemampuan yang luar biasa dalam micro management dalam game. Zfreek merupakkan salah satu player yang dapat menjadikan Nature Prophet support hero dan bermain efektif dengan micro Treant yang luar biasa.

Zfreek juga mempunyai skill mumpuni di hero seperti Rubick dan Chen. ZFreek adalah salah satu alasan Complexity mempunyai keunikan lebih dibanding tim lain. Leadership Kyle dan juga raw skill dari ZFreek membuat Complexity layak menjadi salah satu dari Top 3 Dota team North America.

4. Sumail “SumaiL” Hassan & Yawar “YawaR” Hassan

SumaiL bersama TI 5 Evil Geniuses. FeelsGoodMan.

Siapa tak kenal SumaiL? SumaiL adalah salah satu remaja yang sudah merintis karir professional sejak usia 15 Tahun. SumaiL menjadi salah satu miliuner termuda saat memenangkan DAC dan juga TI 5 di Usianya yang baru menginjak 16 Tahun.

Tanpa keraguan, potensi SumaiL sudah dilihat oleh manager Evil Geniuses pada saat itu yakni Charlie Yang. Charlie menjadi salah satu orang yang berperan besar dalam membantu SumaiL melakukan transisi dari masa remaja dan sekolah menuju ke dunia profesional Dota 2. SumaiL merupakan salah satu talenta muda North America yang ditemukan melalui NEL (North American Elite League).

NEL adalah In-House League untuk Dota 2 di Amerika Utara. In-House League ini diisi oleh pemain-pemain rank tertinggi di Amerika Utara pada saat itu dan para pemain bertanding satu sama lain dalam Captain’s Mode dan Lobby Game.

SumaiL menjadi salah satu nama yang dikenal bermain luar biasa di NEL. NEL berperan besar dalam menemukan bakat-bakat baru Dota 2 di North America, dari mulai FLUFFNSTUFF`, Korok, TC, hingga Arteezy, BSJ, Brax, dan masih banyak lagi. SumaiL menjadi salah satu pemain pub yang tidak mempunyai pengalaman professional, direkrut EG kemudian menjadi miliuner hanya dalam hitungan bulan.

Danny, YawaR, dan SumaiL. Ketiganya tumbuh besar di Pakistan dan menjadi Imigran di Amerika Serikat, YawaR merupakan Midlaner yang sering bermain Carry sedangkan SumaiL adalah salah satu midlaner yang saat ini melakukan transisi ke offlane.

Yawar Hassan, Kakak dari Sumail ini juga merupakkan salah satu pemain yang ditemukan di NEL. Kisah YawaR memang belum secemerlang SumaiL yang sudah memenangkan The International dan berbagai kompetisi LAN lainnya, namun YawaR merupakan salah satu talenta terbaik North America.

YawaR sempat direkrut oleh Digital Chaos 1.0, ketika ia bermain dengan pemain-pemain seperti : Kurtis “Aui_2000” Ling, Sam “BuLba” Sosale, Tyler “TC” Cook, Theeban “1437” Siva dan Biryu. YawaR memang dikenal kerap berganti tim karena tidak stabilnya tim-tim di North American Dota scene. Terakhir, YawaR bermain untuk GG, Team Freedom dan jadi stand-in untuk VG.J Storm.

YawaR hampir lolos ke TI 7 bersama Team Freedom, namun harus rela takluk di tangan Digital Chaos. YawaR saat ini juga menjadi salah satu pemain yang berada di Top 50 North America Leaderboards. Menarik melihat bagaimana perkembangan karir YawaR dan SumaiL, karena keduanya dikenal mempunyai gaya bermain yang berbeda. SumaiL adalah pemain flashy dan agresif, sementara YawaR dikenal lebih santai dan farming-oriented.

SumaiL mengawali karir dengan bombastis, memenangkan DAC dan The International 2015, menarik di Musim 2018 ini dan YawaR akan menjadi salah satu rising star baru yang mulai mengisi tim Tier 1.

Diedit oleh Yabes Elia

Written by Rudi Hartanto

Providing fresh insights and unique perspective in my piece(s).
Esports Historian. For discusion feel free to follow on twitter : @therudihartanto.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Loading…