in

Cr1t- Tunjukkan Pemikiran Dewasanya Saat Stream, Salut!

Melihat perjalanan tim Evil Geniuses pada musim 2016-2017 lalu, tentunya kita tahu bagaimana struggle-nya tim ini sepeninggal Fear dan PPD. Banyak keputusan-keputusan berani yang dibuat oleh tim ini. Salah satunya adalah saat memilih Cr1t- sebagi captain tim.

Dengan cepat, bisa dibilang Cr1t beradaptasi. Di umurnya yang masih 20 tahun, ia berani mengemban tugas drafting dan memimpin kawan-kawannya. Namun, rupayanya dengan 5 pemain muda memang terlihat mereka agak kesulitan.

Namun, Cr1t- sendiri sadar akan hal itu. Ia belajar cukup banyak dan mencoba melebarkan hero pool yang ada. Bahkan, selama satu musim berjalan, prestasi mereka bisa dibilang lebih baik daripada tim-tim besar lainnya. 3 turnamen bergengsi seperti MDL 2016, China Top 2016, bahkan Manila Masters 2017 berhasil mereka sikat menjadi juara.

Sayangnya, tipikal greedy yang ditampilkan tim satu ini gagal berjalan sesuai rencana selama TI7 kemarin. Faktor terbesarnya adalah karena memang tekanan pada saat event sekelas TI sudah pasti jauh lebih besar dan 5 pemain muda di tim ini memiliki mental yang belum sepenuhnya teruji.

Dan pada stream-nya baru-baru ini ia menjelaskan secara gamblang pemikirannya tentang tim Evil Geniuses, tentang menjadi kapten, juga tentang zai.

Dan inilah videonya yang diambil dari stream di Twitch:

Transkrip:

I mean obviously it’s a great relief for me that I don’t have to draft anymore. I will still be helping Fear, but it’s going to be more like what I did on OG where I’m going to be helping the captain instead of being it myself. I think Fear has some qualities that I don’t have so that will make it a lot easier for him. It’s easier for him to go through with what he thinks and even if someone suggests something he can ignore it. I think it definitely fits him better and I will be a lot more confident because I will be playing 4 again and I’m also not going to be drafting. So I’m going to be focusing on my own play and obviously it’s going to help me out and hopefully I can reach the form I had before I joined this team.

Captaining is something that is exciting in it’s own way but I might have done it too early in my career. We had some decent tournaments, but it wasn’t very consisent. I think that’s the main thing you want from your captain is that it has to be consistent. Otherwise what’s going to happen is what happened this past year where we didn’t really hit our timings tournament wise. We had some good runs in tournaments, but those weren’t majors and at TI we weren’t on the patch like the other teams. It’s unfortunate, but a big part of it is me not being consistent as a captain. Maybe in the future I will do it again, but it was also very specific to this team. It was something I felt I could do because I had great players around me. There are some things that I should have thought about at TI, even before it, that at TI it has to be different. But it didn’t happen, it’s too bad, but we learned a lot from it. And we’ll just move on and hopefully we can do it next year.

I think when I joined this team I had a different idea about Zai as a player than he turned out to be. I feel like we tried to change Zai as a player too much and I tried to make him the 4 player that I am and I don’t think it’s doable. It’s the mentality thing. There are some position 4 players that are leaning more towards being a position 3 more and there are some position 4 players that lean towards being a position 5 more. And those supports that lean towards being a 5; there are not a lot of those players right now. And I tried to make Zai one of them and I don’t think that was a smart decision from anyone who was in the making of that team. We should have realized that this is just not going to happen. Obviously, I should have realized for myself that I couldn’t be that hard 5 player. I don’t think I would ever enjoy it. I don’t think it’s very fun. I tried to make it work and I enjoyed it when we were winning, but when we were losing it was not really enjoyable. And in my pubs I didn’t really like it.

Terjemahan:

Jelas sangat melegakan bagiku saat aku aku tak perlu membuat sebuah draft lagi. Aku memang masih akan membantu Fear, tapi nantinya aku akan lebih berperan seperti apa yang kulakukan saat di OG di mana aku akan membantu sang kapten dan bukan menjadi diriku sendiri. Aku pikir Fear memiliki beberapa kualitas yang tidak aku miliki sehingga akan membuat lebih mudah baginya. Lebih mudah baginya untuk melewati apa yang dia pikirkan dan bahkan jika seseorang menyarankan sesuatu, dia bisa mengabaikannya. Aku pikir itu pasti sesuai dan lebih baik dengannya dan aku akan jauh lebih percaya diri karena aku akan bermain di posisi 4 lagi dan aku juga tidak akan melakukan drafting. Jadi aku akan fokus pada permainan aku sendiri dan jelas ini akan membantuku dan semoga aku bisa mencapai performa yang aku miliki sebelum bergabung dengan tim ini.

Menjadi kapten adalah sesuatu yang menarik dengan caranya sendiri tapi mungkin aku telah melakukannya terlalu dini dalam karirku. Kami memiliki beberapa turnamen yang layak dimenangkan, tapi kami tidak terlalu konsisten. Kupikir itu hal utama yang kamu inginkan dari kaptenmu adalah bahwa hal tersebut harus konsisten. Jika tidak, apa yang akan terjadi adalah apa yang terjadi tahun lalu ini di mana kita tidak benar-benar memberikan timing turnamen kita dengan bijaksana. Kami memiliki beberapa prestasi bagus di turnamen, tapi itu bukanlah Majors dan di TI kami tidak berada di patch seperti tim lainnya. Ini sangat disayangkan, tapi sebagian besar dari itu adalah aku tidak konsisten sebagai kapten. Mungkin di masa depan aku akan melakukannya lagi, tapi hal itu juga sangat spesifik untuk tim ini. Hal itu adalah sesuatu yang aku rasa bisa lakukan karena aku memiliki pemain hebat di sekitarku. Ada beberapa hal yang harus aku pikirkan di TI, bahkan sebelum itu, bahwa pada TI pastinya berbeda. Tapi hal itu tidak terjadi, terlalu buruk, tapi kami belajar banyak dari hal itu. Dan kita akan terus maju dan semoga kita bisa melakukannya tahun depan.

Kupikir ketika aku bergabung dengan tim ini, aku memiliki gagasan yang berbeda tentang Zai sebagai pemain seharusnya. Aku merasa seperti kita mencoba untuk mengubah Zai sebagai pemain yang “terlalu banyak” dan aku mencoba untuk membuatnya mejnjadi pemain 4 yang mana aku tidak berpikir itu bisa dilakukan. Ini adalah suatu hal yang berhubungan dengan mentalitas. Ada beberapa posisi 4 pemain yang condong lebih ke arah posisi 3 dan ada beberapa posisi 4 pemain yang bersandar ke posisi 5. Dan support yang bersandar menjadi posisi 5; saat ini permainannya tidak banyak berefek untuk tim. Dan aku mencoba membuat Zai salah satunya dan akurasa itu bukan keputusan cerdas dari siapapun yang sedang dalam pembuatan keputusan di tim tersebut. Kita seharusnya menyadari bahwa hal ini tidak akan terjadi. Jelas, aku seharusnya menyadari sendiri bahwa aku tidak bisa menjadi pemain posisi 5. Aku tidak berpikir aku akan pernah menikmatinya. Aku tidak berpikir itu sangat menyenangkan. Aku mencoba membuatnya berhasil dan aku menikmatinya saat kami menang, tapi saat kalah, hal itu tidak terlalu menyenangkan. Dan di pub sekalipun, aku tidak terlalu menyukainya.

Menurut kalian, bagaimana dengan curhatan yang diceritakan secara gamblang oleh Cr1t- ini? Pastinya semakin menambah respek kalian terhadapnya ya!

Written by Higsweart Benetz

Cinta luar angkasa. Bermimpi jadi Astronaut. Hidup untuk menulis. Lantas membaca apapun dengan nada. Rutin mencium harumnya combo Nasi Goreng dan Air Putih. Dan mencari apapun yang berwarna biru.

In love with Aimer, Ailee, and Raisa. Also Chelsea FC, Boston Celtics, and Team Secret.

Share the day after day on Instagram @higs44.

What do you think?

0 points
Upvote Downvote

Total votes: 0

Upvotes: 0

Upvotes percentage: 0.000000%

Downvotes: 0

Downvotes percentage: 0.000000%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading…