in

CEO GESC: Saya Yakin akan Ada Tim dari Indonesia di TI9!

Bertempat di EV Hive D.Lab, Jakarta Pusat, hari ini (1 Maret 2018), Global Electronic Sports Championship (GESC) mengadakan konferensi pers untuk gelaran GESC Indonesia Dota 2 Pro Circuit Minor.

Pada acara tersebut, hadir CEO GESC, Oskar Feng, dan sejumlah perwakilan sponsor turnamen ini seperti OMEN by HP, Tiket.com, MyRepublic, STRacing, dan yang lainnya.

Indonesia di TI9
CEO GESC (kedua dari kanan) bersama sponsor dan partner

Sebelum kita membahas obrolan kami dengan CEO GESC, ada 2 komentar menarik dari 2 sponsor yang mungkin terbilang baru di ranah esports Indonesia, yaitu Tiket.com dan MyRepublic.

Di kesempatan ini, perwakilan Tiket.com sendiri mengaku memang inilah pertama kalinya mereka terjun menjadi sponsor di ranah esports. Mereka tertarik untuk menjadi sponsor karena mereka melihat jumlah pemain Dota 2 yang besar di Indonesia dan pemain-pemain Dota 2 juga dianggap melek teknologi.

[Esports Industry] Industri Esports Global akan Mencapai US$905 Juta di 2018

Pasar itulah yang memang sedang dituju oleh Tiket.com, yaitu kaum-kaum muda yang tech-savy, kalau bahasa kerennya.

Sedangkan perwakilan MyRepublic mengatakan bahwa sebenarnya mereka memang sudah fokus menggarap pasar gaming juga dari awal di Singapura. Mereka mengklaim bahwa jaringan yang mereka tawarkan memang memperhatikan soal latency yang dibutuhkan untuk para gamer, tidak seperti jaringan broadband lainnya.

RRQ Lolos Indonesia Minor Berkat Fengshui? Xepher Sang Kapten Buka Suara


Setelah sesi presentasi berakhir, kami pun mendatangi CEO GESC, Oskar Feng, untuk berbincang-bincang beserta dengan beberapa awak media lainnya.

Ia mengungkapkan bahwa, karena begitu besarnya antusiasme para penggemar esports di Indonesia dan tiket yang terjual habis (sebanyak lebih dari 3000 tiket) dalam waktu 72 jam, GESC berencana untuk membuka gelombang penjualan tiket lagi besok (2 Maret 2018).

Namun, beliau masih belum dapat mengonfirmasikan berapa persisnya jumlah tiket yang akan disediakan di gelombang kedua karena mereka juga masih harus berkoordinasi dengan pihak ICE SCBD, tempat diselenggarakannya turnamen ini.

“Mungkin akan ada 150 tiket lagi untuk VIP dan 700 tiket lagi untuk Reguler.” ungkap Oskar.

Sedangkan untuk penonton streaming alias online, ia mengharapkan akan ada 3-5 juta penonton di seluruh dunia untuk turnamen sekelas Pro Circuit ini dan; untuk penonton online dari Indonesia, ia mengharapkan semua pemain Dota 2 di Indonesia, yang berjumlah 5 juta orang, akan menonton turnamen ini.

Saya pun menanyakan pendapat dan prediksinya tentang esports di Indonesia, yang mungkin bisa dibilang sedikit tertinggal dibanding beberapa negara Asia Tenggara lainnya seperti Malaysia dan Filipina.

Kami menanyakan hal ini karena GESC sendiri sepertinya memang fokus ingin menggarap kawasan Asia Tenggara – setelah Indonesia, GESC akan mengadakan turnamen mereka selanjutnya di Thailand.

Thailand akan jadi target Pro Circuit selanjutnya dari GESC. Screenshot: geschampionship.com

Ia pun menyetujui bahwa Indonesia mungkin bisa dibilang sedikit tertinggal dalam hal ajang esports internasional karena Malaysia punya ESL One Genting dan Filipina punya Manila Major. Namun ia bercerita bahwa Filipina sebenarnya juga mulai ramai berkat ada Major dan turnamen-turnamen internasional lainnya.

Jadi, harapannya, dengan Pro Circuit dari GESC ini, akan ada lebih banyak lagi turnamen-turnamen internasional di Indonesia.

Lalu bagaimana dengan para pemainnya? Kami pun menanyakannya karena ternyata CEO GESC ini juga sudah belasan tahun bermain Dota (sejak DotA masih custom map di Warcraft III: The Frozen Throne).

Source: GESC

Ia yakin tim-tim Indonesia akan berkembang pesat setelah kompetisi Minor di Jakarta ini karena mereka akan mendapatkan pengalaman dan semangat besar untuk berkompetisi di kancah internasional.

Ia bahkan sungguh percaya bahwa nanti akan ada 1 tim Indonesia yang akan turut berlaga di The International 9 (TI9). Apakah prediksinya akan benar-benar terjadi nanti? Kita tunggu 2 tahun lagi ya…

Written by Yabes Elia

Memulai petualangannya di industri media sejak Desember 2008 saat bergabung dengan majalah T3 Indonesia. Pernah juga bermain dan belajar sebagai Managing Editor majalah PC Gamer Indonesia selama 5 tahun.

Follow me: twitter.com/Yabes_Elia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Loading…