in ,

Tips & Trik: Cara Menangkan Laning Phase dengan Tiny dan Necrophos

Cara memenangkan laning phase Tiny dan Necrophos. Sumber: RevivalTV

Dota 2 saat ini berada di posisi di mana memenangkan laning phase dan early game berarti memenangkan pertandingan. Laning phase adalah berjalannya 10 menit pertama dalam suatu pertandingan atau waktu di mana game dimulai hingga tower di satu lane hancur lebih dahulu.

Momen kemenangan Team Liquid di TI7 menghadapi Newbee. Source: Valve

Beberapa orang lebih memilih berubah menjadi Tarzan dan duduk di jungle selama 15 menit ketimbang bermain di lane. Karena kemampuan laning mereka yang minim, akhirnya saat bertemu pemain dengan skill lebih tinggi.

Mindset menjadi salah satu kunci saat bermain Dota 2, mereka yang tidak dapat bermain dengan kepala dingin akan lebih mudah kalah. Kemudian, pemain yang kalah akhirnya marah-marah dan akhirnya masuk Jungle, namun sebetulnya Jungle bukanlah sebuah solusi.

Last Hit Trainer dapat menjadi salah satu metode berlatih Last Hit & Deny. Selain last hit trainer, bermain 1v1 dan juga berlatih bermain dual lane bersama teman dapat membantu menambah skill laning.

Lalu apa solusinya? Selain berlatih laning dengan lebih baik, memilih hero yang tepat dapat menjadi salah satu solusnya. Selain itu hal terpenting yang seringkali terlupakan adalah bermain dengan kalkulasi dan bukan emosi. 


Necrophos, Heal Alami dan Nightmare Respawn Time

Kesulitan bermain di laning phase? Ingin bertahan di lane tanpa harus membeli banyak healing salve dan tango? Ingin membuat musuh frustasi karena harus respawn 15/30/45 detik lebih lama? Necrophos adalah hero untuk anda.


Apa itu Laning Phase?

Laning phase adalah fase 10-12 menit pertama di pertandingan yang di mana kedua tim masih berada di lane sebelum 1 tower salah satu tim hancur. Saat tower hancur biasanya tim akan mulai memasuki fase mid game di mana mereka akan mulai fokus membuat pergerakan dan juga menambah pressure ke area jungle atau lane musuh.

Kemampuan laning phase sangat penting karena dari awal Dota 2 merupakan game yang sangat bergantung pada kemampuan mendapatkan resource (gold & experience) dengan efektif dan efisien. Cara yang paling efektif dan efisien di early game adalah dengan laning phase.

Terkait Kepergian LeBron dari Na’Vi, Lil: Saya yang Meminta Dia Untuk Pindah

Selain berlatih laning dengan lebih baik, memilih hero yang tepat menjadi penting agar menang saat laning phase. Salah satu hero terbaik di laning phase saat ini adalah Necrophos, hero yang mudah untuk melakukan heal.

Build Brax di sini menunjukkan bahwa transisi dari mid-game ke late game sangat penting, item early-mid game seperti Hood of Defiance dan juga Veil of Discord memang membantu namun akhirnya dibanding upgrade ke pipe Brax memilih BKB.

Necrophos adalah manifestasi dari cancer di Dota 2. Bagi Necrophos, Smoke of Deceits (SoD) bersama 1 support hero biasanya sudah cukup untuk membunuh carry hero musuh yang sedang nyaman farm di jungle.

Necrophos adalah salah satu hero yang dominan karena kekuatannya di laning phase. Mengapa? data terakhir menunjukkan bahwa di medal Archon MMR bracket, Necrophos mempunyai 53.65% winrate.

Dari Crusader (maaf para herald dan guardian, wkwk), hingga Divine dan Immortal, Necrophos mempunyai winrate yang relatif sangat baik, berkisar antara 52.1% hingga 53.65%. Dengan pilihan item dan juga decision making yang baik, Necrophos bisa menjadi hero andalan anda untuk beberapa waktu kedepan.

Mengapa decision making (pengambilan keputusan) dan pemilihan item menjadi penting? karena Necrophos adalah hero yang sangat fleksibel (versatile). Necrophos bisa menjadi frontliner dengan item seperti Pipe of Insight dan Force Staff, atau menjadi mesin damage dengan Veil of Discord, Radiance, Blink dan Dagon level 5, atau berbagai build lain menyesuaikan situasi yang dihadapi.

Necrophos memang bukan hero terbaik untuk mengambil objektif seperti Roshan ataupun tower, namun jaminan mengamankan teamfight dengan burst damage terhadap 1 hero musuh dari ultimate Reaper Scyte, mampu membuat Necrophos tetap diandalkan.

Selain itu beberapa hero mempunyai sinergi yang luar biasa baik dengan Necrophos, Seperti Grimstroke, Lion dan juga Lina yang juga dapat mengamankan kill dengan mudah, atau dengan kata lain KS (kill secured/steal, wkwk)

Pipe of Insight menjadi salah satu item yang banyak dipilih karena magic resistance dari Pipe of Insight atau bahkan sekedar Hood of Defiance ditambah dengan talent Magic Resistance (talent lvl 20) membuatnya menjadi salah satu hero dengan magic resistance paling tinggi di game.

Membuat Necrophos menjadi salah satu hero dengan magic damage dan magic resistance paling tinggi di game. Ingin melawan hero musuh yang mengandalkan magic damage?

Necrophos bisa menjadi salah satu solusi. Dari mulai hard carry, offlane atau bahkan midlaner, Necro bisa mengisi lane manapun dan bersinar di lane tersebut dengan kemampuan membaca situasi dengan baik.

LFTSADBOYS yang digank 3 hero, namun mendapatkan triple kill.

Di laning phase dan early game, Death Pulse (Q) membuat Necrophos mempunyai potensi heal dan damage harass yang lebih besar di level 1-3, dan berdampak besar pada 5 menit pertama di laning phase terutama melawan melee hero.

Necrophos tidak peduli terhadap harass karena Death Pulse menjadi sumber heal yang cukup besar. Untuk skill build, umumnya pemain memilih memaksimalkan Death Pulse sebelum skill lain.

Beberapa pemain mengambil Heartstopper Aura (E) satu level yakni di level 2 dan sisanya memaksimalkan Death Pulse (Q) dan Ghost Shroud (W) saat melawan physical damage. Sementara melawan tanky hero kebanyakan pemain memaksimalkan Heartstopper Aura (E) setelah memaksimalkan Death Pulse (Q). 


Tiny, Potensi Hero Magical-Physical Damage Burst

Jika Necrophos memerlukan setup untuk dapat melakukan burst, Tiny tidak memerlukan banyak bantuan untuk menjadi efektif. Hero ini merupakkan salah satu hero dengan potensi snowball paling besar di game.

Cukup dengan bermain stabil di laning phase, mendapatkan Blink Dagger/Shadow Blade di timing yang relatif cepat, anda langsung dapat berburu hero squishy musuh. Kombo Toss-Avalanche menjadi senjata Utama, kombinasi magic damage burst.

Tiny adalah tempo-controller hero dengan kemampuan playmaking di atas rata-rata. Tiny dapat menjadi efektif Hanya dengan 1 core item seperti Blink Dagger/Shadow Blade. Selain itu base damage dari Tiny cukup tinggi, membuatnya menjadi salah satu hero yang bisa mendapatkan banyak last hit dan deny karena base damage yang lebih tinggi dibanding hero lain.

Tiny Dota 2. Source: Steam

Kunci dari sukses bermain Tiny adalah memahami seberapa besar damage output yang anda miliki. Tiny menjadi salah satu hero yang mempunyai magic damage sangat tinggi, meskipun dengan item terbatas. Inisiasi terhadap target yang tepat juga menjadi kunci, Tiny lebih cocok untuk melakukan inisiasi ke backline di mana support dan carry hero yang ‘kertas’ berada.

BACA JUGA: Team Secret Amankan Titel Juara di Panggung PVP Esports Championship!

Core Hero yang berada di backline seperti Lone Druid, Sniper, Tinker, dan Invoker misalnya dapat di counter dengan mudah oleh Tiny. Atau carry hero lain dengan Health Point rendah alias ‘kertas’, seperti Drow Ranger, Slark, Windranger, dan Lina. Umumnya hero-hero tipis yang ingin nyaman saat teamfight akan terusik saat melawan Tiny.

2 Mobility Item dan Echo Sabre membuat Tiny mempunyai potensi mid-game yang sangat besar. Selain itu perhatikan Skill Build sesuai dengan matchup yang anda hadapi, ada kalanya max Tree Grab (E) jauh lebih penting dibanding max Avalanche.

Potensi Tiny memang berada di mid-game, Tiny juga harus memastikan dirinya dapat terus relevan hingga late game dengan banyak item. Assault Cuirass umumnya menjadi solusi masalah armor yang Tiny miliki di late game.

Jadwal Update Patch Dota 2
Sumber: Valve

Item lain seperti Daedalus dan Echo Sabre sebenarnya sudah cukup untuk menambah potensi damage burst dari Tiny, namun masalah Tiny adalah bagaimana dia dapat bertahan di teamfight yang berdurasi lama.

Mengapa demikian? Karena output damage utama Tiny terletak di inisiasi dan juga damage burst dengan kombo Tree Grab-Toss-Avalanche.

Selain Tiny, Ursa dan Bloodseeker juga menjadi 2 hero yang bersifat “snowball”, saat mendapatkan start yang baik, hero ini sangat sulit untuk di counter.

Kesimpulan: Menangkan Laning Stage, Menangkan Game

cara menang laning phase dota2
Sumber: RevivalTV

Kemampuan laning yang baik akan membuat game menjadi mudah secara keseluruhan, pemain dapat berkembang secara individual dan akhirnya membuat tim mempunyai basic yang kuat.

Tim seperti Virtus.pro, Evil Geniuses dan Team Liquid misalnya dikenal sebagai tim best early game karena laning phase mereka membuat tim menjadi kuat di awal hingga dapat transisi ke mid dan late game dengan mudah, istilah ini dikenal juga sebagai snowball.

Evil Geniuses melawan Virtus.pro. Sumber: Valve

Dimulai dari kemampuan last-hitting, memahami creep agro, hingga ke tower pressure. Kemampuan laning phase juga diperlukan untuk mereka yang ingin terus bertahan di META yang mengandalkan kekuatan di awal pertandingan.

Diedit oleh Yubian A. Huda

Written by Rudi Hartanto

Providing fresh insights and unique perspective in my piece(s).
Esports Historian. For discusion feel free to follow on twitter : @therudihartanto.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Loading…