TEAMnxl, our only hope in ESEA?

Di season 21, ada beberapa tim yang mewakilkan Indonesia di turnamen berskala Asia ini. Ada Mahameru.ID yang sudah meletus tim CS:GOnya, ada Revival Esports yang sempat bersinar di awal turnamen namun tiba-tiba hilang begitu saja tajinya di tengah turnamen, dan ada TEAMnxl, sang juara bertahan dari season 20. Mahameru.ID yang secara mengejutkan mampu mengalahkan TitaNs di perempat final playoff, mampu mengamankan posisi ke 3 setelah kalah melawan Brutality. Sementara TEAMnxl yang masih diperkuat Agung ‘Sys’ Frianto harus puas mengakhiri turnamen di posisi buncit setelah kalah melawan Signature Trust.

Kini, tersisa TEAMnxl sendirian bermain mewakili Indonesia di ESEA AP Open Season 22 memperebutkan spot playoff dengan 51 tim lainnya dimana diantaranya adalah Tyloo, The Mongolz, MVP Karnal, Risky Gaming, Mineski, MVP Project, Vici Gaming, Signature, dan tim profesional lainnya dari berbagai negara. Tentunya disini tyloo dan The Mongolz menjadi tim unggulan mengingat mereka sudah berhasil menembus turnamen Internasional dan Tyloo sendiri berhasil memenangi pertandingan best of three melawan Luminosity yang pada waktu itu baru saja memenangkan major pertamanya.

AP

List tim yang mengikuti ESEA Open Season 22

Pertanyaannya adalah, kemana tim Indonesia lainnya?

Melihat dari perkembangannya, saat ini ada 2 tim Indonesia yang setidaknya mampu mewakilkan Indonesia di ESEA yaitu Kanaya Gaming dan Fortius. Kanaya Gaming yang hampir saja mengalahkan TEAMnxl di HOB cup tidak terlihat namanya di list peserta turnamen sementara Fortius nampaknya masih sibuk guna membenahi timnya dan mencari pemain yang pas sebelum akhirnya berpartisipasi di turnamen besar. Tim Indonesia lainnya yang sempat berpartisipasi yaitu Mahameru.ID dan Revival juga tidak tampak pada kali ini.

Sendirian, tentunya TEAMnxl sendiri bukan tanpa harapan. Setelah pulang dari AGES 2016 dengan tangan hampa, TEAMnxl tentunya ingin menebus kekalahannya di turnamen ini. Namun selama Banteng masih liar ketika melihat bendera merah berkibar, TEAMnxl mungkin akan tetap kewalahan dengan tempo permainan lambat mereka. Dengan 3 pemain senior di tim, tentunya menjadi harapan Richard ‘frgd’ Permana untuk segera menjinakkan Banteng dan membawa TEAMnxl kembali juara di turnamen ESEA.

TEAMnxl harus bertanding dengan 51 tim lainnya untuk memperebutkan 10 spot playoff.

TEAMnxl harus bertanding dengan 51 tim lainnya untuk memperebutkan 10 spot playoff. (courtesy of facebook.com/TEAMnxl)

Mampukan TEAMnxl memenangkan kembali turnamen ESEA dan mengharumkan nama Indonesia?

Kita lihat saja dan biar waktu yang menjawab.

 

 

 

 

 

  • xyzvw

    beberapa tim yang tidak muncul di turnamen internasional biasanya terkendala dengan sponsor. mereka lebih memilih eksis di turnamen nasional, terkecuali ada turnamen internasional yang tidak mewajibkan para pemainnya hadir secara langsung di venue.