BDGS : The Rise Of The Monsters

Pada kesempatan kali ini, RevivaL TV akan membahas tentang salah satu tim CSGO asal Indonesia yang akhir-akhir ini menyita perhatian publik yaitu BDGS. BDGS sendiri bukanlah nama yang asing bagi para penggiat CSGO di Indonesia. Tim yang berawal dari klan Battlefield 3 ini sering mondar-mandir di beberapa turnamen CSGO sejak tahun 2013 dan raihan 3 besar pun sudah menjadi hal wajib bagi mereka. Namun pada awal tahun 2016 BDGS sempat vakum dari dunia kompetitif untuk waktu yang cukup lama, sang monster terlelap untuk tidur panjangnya.

The dissapearance of BDGS

The dissapearance of BDGS(souce : BDGS Fanpage)

Pada bulan awal bulan Agustus, BDGS mulai menunjukkan tanda-tanda bahwa mereka akan kembali ke ajang kompetitif. lewat turnamen EsportsIndo Series 3, mereka mulai menunjukkan eksistensinya dengan memakai nama tim ECOMEISTER. Tim yang diisi oleh 3 mantan player Kanaya Gaming, MoTHY, HeracleZ, dan Somplak, serta 2 player lainnya dari ex-BDGS, GotNimo dan Medik ini bermain sangat apik, namun sayang langkah mereka harus terhenti setelah mereka dikalahkan Reverium5 di 16 besar.

They're back

They’re back

Nama BDGS pun akhirnya kembali muncul di turnamen CSGO, Enigma Tournament #2 menjadi saksi bangkitnya BDGS. Mengalahkan RevivaL Esports serta Kanaya Gaming, 2 raksasa CSGO saat ini membuat publik tersadar bahwa sang monster akan kembali bangkit dari tidur panjangnya. Dengan bermaterikan player-player yang cukup hebat seperti MoTHY, Somplak, Kiddy, Foscmorc, serta ApriaN yang berstatus free player setelah skuad Five Stars dibubarkan, mereka berhasil meraih tempat ke 3-4 setelah takluk oleh Team nxl> di Semifinal Enigma Tournament #2.

Di turnamen selanjutnya, ASUS ROG Road To IESF 8th World Championship Qualifier 1, BDGS tampak semakin buas. Di fase grup mereka berhasil 3 kemenangan termasuk membantai Visk 16-0 serta 1 kekalahan dari iGamerWorld, membuat mereka tangguh di puncak klasemen grup serta lolos ke babak selanjutnya. Di babak Play-Off mereka berhasil mengalahkan MyGame’s Way dengan skor tipis 16-14, namun harus menelan pil pahit setelah takluk oleh Team nxl> di Upper Final 0-2. Di lower bracket final, mereka bertemu musuh bebuyutan sekaligus mantan tim dari MoTHY dan Somplak, Kanaya Gaming. Sempat kalah di map pertama dengan skor 16-3 dan hampir kalah di map kedua, BDGS mengeluarkan “BDGS Magic” dengan meng-comeback Kanaya dengan skor 16-14 di map kedua serta meluluhlantakkan strategi Kanaya di map ketiga membuat mereka menang 16-11 serta lolos ke Grand Final menghadapi Team nxl>. Dengan stamina yang terkuras setelah melawan Kanaya, BDGS harus bermain All-out  untuk menghadapi sang Goliath. Sempat memberikan perlawanan yang sengit di map pertama, BDGS harus takluk 16-9 oleh Team nxl> dan Dewi Fortuna pun seakan belum berpihak kepada MoTHY setelah BDGS kembali harus menelan pil pahit dengan kekalahan telak 16-2 di map kedua, membuat Team nxl> merebut tempat pertama.

Dengan melihat peforma BDGS yang kembali bangkit, apakah mereka akan kembali menjadi yang terbaik di Indonesia seperti masa jayanya? We Shall See.