in

Turnamen Linksys Ricuh, Inilah Kumpulan Pernyataan dari Pihak-Pihak Terkait

Pada penghujung tahun 2017, terjadi suatu insiden dengan salah satu tim mengundurkan diri dari rematch “LinkSYS CS:GO League 2017”

Sebagai perkenalan, Turnamen ini diselenggarakan oleh LinkSys, dikelola oleh Voyage Esports Organizer, dan bekerjasama dengan TEAMnxl>. Turnamen ini diselenggarakan selama 2 minggu, dan diikuti oleh 8 tim besar di Indonesia. 8 Tim yang mengikuti Linksys CS:GO League adalah Bigetron, Eyeless ID (menggantikan Aerowolf yang vakum), Power Danger, Capcorn, AKARA, BOOM.ID, DDS Esports, dan TEAMnxl> itu sendiri.

Setelah turnamen tersebut berakhir, dikeluarkan pernyataan tentang perubahan kebijakan siapa yang memenangkan LinkSys CS:GO League. Mereka mengubah ketentuan pemenang yang awalnya berdasarkan Score For (SF) menjadi Score Different (SD).

Pada awalnya, dengan ketentuan SF, BOOM.ID berhak menjadi pemenang turnamen tersebut, tetapi setelah ketentuan pemenang dirubah menjadi SD, DDS Esports dinobatkan menjadi pemenang LinkSYS CS:GO League 2017. Belum sampai disitu, pihak penyelenggara mengeluarkan pernyataan baru.

Manajemen TEAMnxl>, William “tova” Tjahyadi mengeluarkan pernyataan bahwa tiga tim teratas (DDS, BOOM.ID, dan TEAMnxl>) perlu melakukan rematch untuk menentukan “Pemenang Asli” dari turnamen tersebut. Karena merasa dipermainkan, DDS Esports mengeluarkan surat terbuka untuk event organizer tersebut.

Meski admin dari tournament Linksys tersebut tidak setuju akan keputusan Rematch dikarenakan tidak ada yang perlu diragukan lagi dalam penentuan pemenang dari table tersebut, berbeda dengan management EO yang memutuskan untuk rematch, dimana diputuskan hanya 3 team yang akan mengikuti Rematch ini, kami tetap menghargai keputusan itu.” Jelas DDS Esports melalui laman Facebook mereka.

Mereka juga menambahkan bahwa DDS Esports memutuskan untuk tidak mengikuti rematch tersebut karena alasan BOOM.ID lebih pantas untuk menjadi pemenang turnamen tersebut. Bahkan beberapa tokoh esports Indonesia turut berkomentar.

Sebenarnya Management EO tidak sulit untuk pemenang dengan di informasikan diawal adalah BOOM.ID ( menggunakan SF ) sebagai pemenang, berikutnya ada revisi untuk memberikan pemenang ke DDS ( menggunakan SD ). Namun dikarenakan adanya pertanyaan mengapa tournament ini menggunakan system perhitungan win 2 poin, draw 1 poin, lose 0 poin ( system 2-1-0 ), sedang di mayoritas tournament round-robin menggunakan 3-1-0. Dimana memang benar sempat diedit menggunakan system 3-1-0, dan tidak lama kemudian dikembalikan lagi ke system 2-1-0. Menurut kami pun full match sudah terjadi, dan tidak fair ketika harus merubah semua system perhitungan ketika full match sudah terjadi.
Bagi kami, kenapa harus protes/dirubah sewaktu akhir pertandingan? Memang benar didalam TM tidak disebutkan bahwa kita menggunakan system perhitungan 2-1-0, namun tournament ini berjalan sudah 2 minggu, dan dari awal sampai dengan akhir tidak ada satupun dari perserta tournament memberikan pertanyaan / keberatan akan hal tersebut. Dalam hal penggunaan system poin 2-1-0 pun tidak ada salahnya. Karena hal ini juga pernah dipakai sebagai acuan perhitungan di tournament tournament besar lainnya. Lalu dimanakan letak kesalahan dari penggunaan system perhitungan 2-1-0 itu?” Jelas DDS Esports

In many years of experience in attending tournaments, there was always a set of standardised rules across all tournaments@international rules apply. Sadly to know that one mistake after another was made by the admin and that should not have happened in the first place. We were all confused and safe to say that we dont feel that we are being treated equally.” Tambahan komentar dari pemain DDS Esports yang berasal dari Malaysia.

BACA JUGA: PANAS! Seperti inilah drama antara Warpath dengan DayLen Saints Indo

Dikutip dari komentar salah satu pemilik DDS Esports, bahwa pengumuman rematch tersebut dikeluarkan oleh pihak TEAMnxl> sendiri sebagai salah satu manajemen dari penyelenggara acara tersebut.

Pihak TEAMnxl> melontarkan pernyataan rematch

Beberapa jam setelah pernyataan DDS Esports keluar, William “tova” Tjahyadi selaku manajer dari TEAMnxl> melontarkan pernyataan bahwa TEAMnxl> dan Richard “frgd[ibtJ]” tidak mempengaruhi ataupun menghasut Voyage Esports Organizer.

Kami sudah coba menghubungi admin turnamen namun belum ada komentar dari pihak penyelenggara. Namun admin turnamen tersebut, Steven Kelvin sempat memberikan penjelasannya lewat akun personal Facebook-nya.

Terakhir, kami juga tidak tahu dan tidak mau menunjuk siapa yang bisa disalahkan karena memang kami memang tidak benar-benar tahu apa yang terjadi. Kami hanya ingin mengumpulkan berbagai pernyataan dari tiap-tiap pihak yang mereka ungkap di publik.

Harapannya, semoga kejadian ini tidak lagi terulang lagi karena kisruh semacam ini tentunya tidak baik bagi perkembangan ekosistem esports dalam negeri.

Update:

Kami mendapatkan rekaman percakapan di balik layar antara para peserta turnamen ini. Rekaman percakapan ini diberikan oleh Daniel Dede Setiawan, selaku pemilik DDS Esports. Berikut adalah tautan ke screenshot percakapan tersebut selengkapnya.

Chat Umum LinkSYS CS:GO League

Chat BOOM.ID & TEAMnxl> & DDS Esports

Diedit oleh Yabes Elia

Written by Juandi

Esports News Writer, especially CS:GO.

Business Enq: juandik123@gmail.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Loading…