in ,

Selain AKARA, Ini 5 Tim CS:GO Lain yang Terganjal Masalah Visa!

Beberapa hari belakangan, scene esports Indonesia dipenuhi dengan drama batalnya AKARA berangkat ke ajang IeSF World Championship 2017 gara-gara keterlambatan pengurusan visa. Kami tidak akan menuliskan berita tentang drama tersebut beserta polemiknya karena itu bukan berita esports.

Namun demikian, faktanya, permasalahan visa ini sebenarnya tidak hanya terjadi di Indonesia. Tim-tim luar negeri pun juga pernah terganjal karena permasalahan ini. Berikut ini adalah 6 kemalangan yang harus dialami oleh tim dan pemain CS:GO karena urusan visa.

1. TheMongolz gagal mengikuti kualifikasi utama MLG Major Colombus.

TheMongolz pernah gagal untuk mengikuti kualifikasi utama MLG Major Colombus di tahun 2016 gara-gara visa. Visa mereka ditolak karena tim ini tidak dapat memberikan bukti yang cukup bahwa mereka akan kembali ke Mongolia setelah turnamen tersebut. Visa mereka telah 2x ditolak dari kedutaan AS di Mongolia.

2. China tidak dapat mengikuti The World Championship 2015 & 2016.

Tim dari China tidak dapat melanjutkan perjalanannya di TWC 2016 dikarenakan masalah visa.

Lebih spesifiknya, tim perwakilan dari China tersebut tidak bisa mendapatkan visa tepat waktu sehingga mereka harus didiskualifikasi. Kejadian ini juga mengingatkan bahwa, setahun yang lalu, China juga gagal terbang ke TWC 2015 dengan masalah yang sama, yaitu kekurangan waktu dalam mengurus visa.

3. BnTeT absen di StarSeries Season 3.

Pemain yang dipandang sebagai pemain CS:GO nomor 1 di Indonesia, Hansel “BnTeT” Ferdinand juga pernah mengalami masalah visa dalam karirnya.

Alasannya adalah BnTeT baru saja bergabung dengan TyLoo dua minggu sebelum liga StarSeries tersebut dan tidak memiliki persiapan untuk pergi ke Ukraina.

4. TheMongolz undur diri di eXTREMESLAND Asia Final.

TheMongolz terpaksa akan memberi kursi eXTREMESLAND nya ke runner-up dari eXTREMESLAND Mongolia Qualifier, KhARUM.

Pihak HLTV mengetahui bahwa TheMongolz telah mengajukan visa mereka ke kedutaan besar Korea untuk mengikuti Asia Minor dan mereka harus bertemu dengan kedutaan pada tanggal 16 Oktober 2017 mendatang. Sedangkan jadwal tersebut berbentrokan dengan eXTREMESLAND karena mereka diharapkan telah tiba di China pada saat itu.

5. ViCi Gaming gagal terbang ke Asia Minor karena masalah birokrasi.

ViCi Gaming gagal untuk mengikuti Asia Minor karena keterlambatan pengurusan visa. Padahal, pemenang Asia Minor ini bisa mendapatkan akses ke ELEAGUE Major di Boston. ELEAGUE pun memilih B.O.O.T-d[S] sebagai pengganti ViCi Gaming.

Sayangnya, B.O.O.T-d[S] tidak dapat memberikan perlawanan yang baik di Asia Minor, menjadikan Renegades dan TyLoo sebagai juara pertama dan kedua.

6. AKARA gagal pergi ke IeSF World Championship 2017.

Performa AKARA di babak kualifikasi sebelumnya sebenarnya memang cukup memukau saat mereka berhasil mengalahkan Boom ID di babak final. Namun mereka batal pergi ke Busan, Korea Selatan gara-gara keterlambatan pengurusan visa.

Polemik pun terjadi mengenai permasalahan ini. Kawan-kawan yang lebih suka infotainment mungkin bisa membaca dramanya di media lainnyaPasalnya, berita esports nya sebenarnya berhenti ketika AKARA sudah dipastikan absen di IeSF World Championship 2017.

Akhirnya

Permasalahan visa mungkin harus diperhatikan lagi di masa mendatang oleh pihak-pihak yang berkepentingan (karena kami tidak ingin terjebak dengan saling tuduh siapa yang salah) karena, nyatanya, hal ini terjadi tidak hanya satu kali dan tidak hanya di Indonesia.

Di atas tadi hanyalah segelintir contoh permasalahan visa yang menimpa sejumlah tim, itupun kami baru mengambil contoh dari tim-tim CS:GO, belum untuk tim-tim Dota 2 atau yang lainnya.

Semoga, satu hari nanti, tidak ada lagi tim-tim berprestasi yang harus absen gara-gara masalah ini.

Diedit dan ditulis ulang oleh Yabes Elia

Written by Juandi

Esports News Writer, especially CS:GO.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading…