in

Hasil Gemilang! Astralis Sukses Juarai ECS Season 6 Finals Kontra MIBR

Astralis menyabet trofi ECS Season 6. Source: ECS

Pada hari Senin (26/11), Astralis sebagai salah satu tim terbaik di dunia kembali memenangkan sebuah kejuaraan bertajuk ECS Season 6 Finals setelah menumbangkan MIBR di babak grand final dengan skor 16-14 (Inferno), dan 22-20 (Overpass).

Mereka juga sekaligus membawa pulang uang sebesar US$250,000 atau sekitar 3,6 miliar rupiah! Menariknya, 3 dari 5 pemain Astralis merupakan pemain CS:GO pertama yang berhasil menyentuh angka pendapatan 14 miliar rupiah!

Danny “zonic” Sørensen memeluk Peter “dupreeh” Rasmussen. Source: HLTV

ECS Season 6 merupakan turnamen musiman yang digelar oleh ECS dan FACEIT. Turnamen edisi ke-6 ini menghadirkan total hadiah yang cukup besar, yaitu US$660,000. Menghadirkan 8 tim terbaik dari 2 benua, yaitu Eropa dan Amerika.

Sumber: ECS

Setelah melalui babak eliminasi, tersisa 2 tim terbaik yang bertemu di grand final, yaitu Astralis dan MIBR.

Duel antara tim Eropa dan Amerika ini dimainkan di 3 map pilihan kedua tim, yaitu Inferno, dan Overpass. Sedangkan Mirage akan menjadi map penentu jika seri.


Ronde Pertama – Inferno

Map yang dipilih Astralis ini bisa dibilang merupakan map favorit dari kedua belah pihak. Walaupun begitu, MIBR mendapatkan keuntungan dengan memulai di CT side, sedangkan Astralis memulai di kubu Terrorists.

MiBR mendapatkan keuntungan dengan memulai di CT side Inferno. Source: HLTV

Menariknya Astralis berhasil mengklaim ronde pistol pertama, dan dapat unggul 2-0 di awalnya. MIBR kemudian membalas dengan memenangkan situasi eco di ronde selanjutnya.

Tim Denmark tersebut sempat unggul dengan mengkoleksi 3 ronde berturut-turut sebelum MIBR membalasnya juga dengan 3 ronde berturut-turut.

MIBR dapat mengejar ketertinggalannya yang sebelumnya jauh. Namun dewi fortuna tetap memihak kepada Astralis dengan keunggulan 8-7 di first half sebagai Tero. Dan setelah tukar posisi, Astralis memenangkan 5 ronde berturut-turut sebelum dibalas habis dengan dominasi MIBR.

Pendukung Astralis bersuka ria atas kemenangan tim jagoannya. Source: HLTV

Astralis yang telah mencapai skor 14-10 harus ditahan mundur dengan kemenangan MIBR di ronde-ronde penting. Namun pada akhirnya Astralis berhasil menutup map pertama dengan skor tipis 16-14.

Sumber: HLTV

Ronde Kedua – Overpass

Map kedua ini merupakan map pilihan dari sisi Brazil. Walaupun dalam statistiknya mereka jarang memainkan map ini, MIBR terlihat siap dalam taktik maupun strategi permainan yang mereka siapkan.

Tetapi setelah ekonomi dari MIBR membaik, mereka berhasil menunjukan jurus pamungkasnya dengan memenangkan 7 ronde berturut-turut. Namun kedudukan skor dibalas kembali oleh sang rival, dan menutup first half atas keunggulan MIBR 8-7.

Sang “Mastermind” dari Astralis menunjukan performa terbaiknya di map Overpass. Source: HLTV

Pergantian posisi ke sisi defensif, yang dalam statistiknya cukup menguntungkan. Walaupun berhasil memenangkan rode pistol kedua, mereka dibalas dengan aksi Marcelo “coldzera” David dan kawan-kawan yang berhasil mendapatkan 6 ronde berturut-turut tanpa kalah.

Dalam keadaan unggul 15-11, MIBR justru terkena efek choke yang membuat mereka kalah di 4 ronde selanjutnya, dan membuat kedua tim ini bermain di babak overtime.

BACA JUGA: BLAST Pro Series Lisbon Tunjuk 6 Tim yang Akan Bertanding di Portugal

Babak overtime pertama belum cukup untuk menentukan pemenang dari seri ECS Season 6 ini, yang berakhir pada dimainkannya babak kedua.

IESPL CS:GO Week 14 – Perubahan Peta Kekuatan CS:GO Indonesia

Hingga pada akhirnya Astralis berhasil menggapai match point, menyisakan MIBR sekarat tanpa uang. Akhirnya Astralis berhasil memenangkan map kedua dengan skor 22-20, sekaligus memenangkan gelaran ini.

Sumber: HLTV

Di map kedua ini, hampir keseluruhan dari pemain Astralis step-up dalam menghantarkan piala ke genggamannya. Coldzera sendiri tidak berhasil menghantarkan kemenangan ke timnya walaupun telah mencatatkan 38 kill dalam map tersebut.


Astralis berhasil membawa pulang piala ECS ketiganya setelah memenangkan gelaran yang sama pada 2016 dan Juni 2018 lalu.

Selain Astralis, Most Valuable Player dari turnamen ini kembali jatuh kepada sang bintang, Nicolai “device” Reedtz yang dengan ini mengklaim MVP ke-6 nya sepanjang tahun 2018. Ia mencatatkan rating yang impresif dalam turnamen ini.

Ia mencatatkan 1.19 rating, dan memenangkan beberapa ronde yang berdampak besar pada kemenangan Astralis. Selama ECS Season 6, device mencatatkan performa yang fantastis, dan konsisten dengan rating positif di 9 dari 11 pertandingannya.

Source: HLTV

Astralis kembali memperpanjang era kemenangannya dengan memenangkan gelaran prestisius di ajang ECS Season 6 Finals ini.

Berikut perolehan hadiah dan urutan tim di ajang ECS Season 6 Finals:

1. Astralis – US$250,000 (Rp3.622.000.000)
2. MiBR – US$42,000 (Rp1.738.000.900)
3-4. North, NiP – US$20,000 (Rp941.560.000)
5-6. mousesports, NRG – US$45,000 (Rp651.849.000)
7-8. Cloud9, Liquid – US$35,000 (Rp506.994.000)

ECS
Astralis menyabet trofi ECS Season 6. Source: ECS

Astralis akan mengikuti 2 gelaran besar sebelum menutup penghujung tahun 2018 ini, yaitu EPL Season 8 Finals, dan BLAST Pro Series Lisbon 2018. Dapatkah Astralis memenangkan kedua gelaran tersebut? Mari kita tunggu aksi mereka!

Diedit oleh Yubian A. Huda

Written by Juandi

Esports News Writer, especially CS:GO.

Business Enq: juandik123@gmail.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Loading…